RADARSOLO.COM – Puluhan pelaku UMKM dan industri fesyen dari Solo Raya mendapat peluang memperluas pasar melalui Semarak Kenduren UMKM 2026. Ajang yang digagas Bank Indonesia bersama pemerintah daerah itu tidak hanya menjadi etalase produk lokal, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli (buyer) potensial sebagai upaya mendorong UMKM naik kelas hingga menembus pasar nasional maupun internasional.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing produk lokal. Menurutnya, keberadaan ruang promosi dan jejaring bisnis menjadi faktor penting agar UMKM mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.
"Semarak Kenduren UMKM merupakan agenda tahunan Bank Indonesia bersama pemerintah daerah di Solo Raya. Kami mengapresiasi sinergi yang terus dilakukan Bank Indonesia dalam mendampingi UMKM, tidak hanya di Solo tetapi juga di seluruh wilayah Solo Raya," ujar Astrid saat menghadiri kegiatan di Solo Square, Sabtu (27/6/2026).
Baca Juga: Tahun Ajaran Baru, Omzet Penjualan Seragam Sekolah Meroket Tembus Belasan Juta Sehari
Ia mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong lahirnya lebih banyak ruang kreatif bagi pelaku usaha mikro agar produk lokal memiliki nilai tambah sekaligus mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Semangat serupa dirasakan para peserta. Madu Mastuti, penggerak Kelompok Wanita Kreatif Tipes, mengaku bangga kelompoknya mendapat kesempatan mengikuti pameran tersebut.
"Terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah mengundang Wanita Kreatif Tipes. Kami juga bisa bertemu dengan kelompok binaan dari Karanganyar, Klaten, Sragen, Wonogiri, dan Boyolali. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi masing-masing daerah," katanya.
Baca Juga: Hasil Lengkap Moto3 Belanda 2026: Detik-detik Veda Ega Pratama Crash, Sempat Pimpin Barisan Depan
Sebanyak 48 UMKM binaan Bank Indonesia dari enam daerah di Solo Raya berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para kepala daerah dan perwakilannya menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih luas.
Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Solo Dwiyanto Cahyo Sumirat mengatakan, pihaknya terus memperkuat pendampingan UMKM melalui berbagai program, salah satunya business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan buyer potensial.
Selain memperluas akses pasar, Bank Indonesia juga mendorong digitalisasi transaksi agar UMKM semakin mudah beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.
"Kami berkomitmen memfasilitasi UMKM melalui program matchmaking antara produsen dan buyer potensial. Kami juga memperluas implementasi digitalisasi pembayaran untuk mempermudah transaksi, mempercepat perputaran ekonomi, sekaligus mendukung pengembangan sarana dan prasarana UMKM," ujar Dwiyanto. (ves)