Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ngaku Petugas Kelurahan, Penipu Gondol Rp 1,4 Juta Modus Jual Beras Bantuan Murah

Antonius Christian • Senin, 29 Juni 2026 | 17:06 WIB
Ilustrasi AI ChatGPT
Ilustrasi AI ChatGPT

RADARSOLO.COM – Warga Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, diresahkan aksi penipuan berkedok penjualan sembako murah yang mencatut nama pemerintah kelurahan. Dengan mengaku sebagai petugas kelurahan, pelaku menawarkan beras dan minyak goreng sisa bantuan pemerintah dengan harga murah. Korban yang percaya diminta membayar lebih dulu, namun barang yang dijanjikan tak pernah ada.

Kasus yang viral di media sosial itu dilaporkan terjadi di wilayah RW 05 dan RW 10. Dalam salah satu kasus, korban bahkan mengalami kerugian hingga Rp1,4 juta.

Lurah Gilingan Galih Kusuma Atmaja membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, kasus serupa bahkan sudah terjadi untuk kedua kalinya di wilayahnya dengan modus yang hampir sama.

Baca Juga: Terima SK, Calon Murid Sekolah Rakyat Sukoharjo Wajib Tes Kesehatan Sebelum Masuk Asrama

"Yang pertama juga menawarkan beras dan minyak goreng dengan alasan merupakan sisa bantuan pemerintah yang dijual murah kepada warga," ujarnya saat dikonfirmasi Radar Solo, Senin (29/6/2026).

Galih menjelaskan, laporan terbaru diterimanya dari Ketua RT 03 RW 10 pada Sabtu malam. Berdasarkan keterangan korban, pelaku menawarkan paket berisi 36 karung beras dan 14 dus minyak goreng dengan harga Rp1,4 juta sambil mengaku berasal dari pihak kelurahan.

"Korban diminta menyerahkan uang terlebih dahulu, kemudian disuruh mengambil barang ke kelurahan. Padahal kami sama sekali tidak pernah menjual beras maupun minyak bantuan," tegasnya.

Baca Juga: Sidak PT KMR di Karanganyar, Dirut Bulog Minta Minyakita Berbau Solar Ditarik dari Peredaran

Menurut Galih, sasaran pelaku sebagian besar merupakan pedagang beras dan pemilik toko kelontong. Hingga kini sedikitnya dua warga dipastikan menjadi korban.

"Modusnya hampir sama. Yang ditawari kebanyakan pedagang beras dan toko-toko. Sementara baru dua korban yang melapor," katanya.

Usai menerima laporan, pihak kelurahan langsung mendatangi korban untuk memastikan kronologi kejadian. Berdasarkan informasi warga, pelaku diduga telah beberapa kali berkeliling di wilayah Gilingan sebelum menjalankan aksinya.

"Dari informasi warga, pelaku memang sempat muter-muter di wilayah Gilingan sebelum menawarkan sembako kepada warga," ujarnya.

Menyikapi kasus tersebut, Kelurahan Gilingan langsung meminta seluruh ketua RT dan RW mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan pemerintah maupun kelurahan.

"Saya sudah dua kali mengingatkan bahwa Kelurahan Gilingan tidak pernah menjual beras ataupun sembako bantuan. Seluruh bantuan sudah disalurkan kepada warga yang berhak. Jadi kalau ada yang menawarkan beras murah atas nama kelurahan, dipastikan itu bukan dari kami," tegas Galih.

Tak hanya memberikan imbauan, pihak kelurahan juga akan menempuh jalur hukum. Korban akan didampingi membuat laporan ke kepolisian, sedangkan kelurahan berencana melaporkan dugaan pencemaran nama baik karena nama instansi dicatut dalam aksi penipuan tersebut.

"Korban akan kami dampingi melapor ke polisi. Dari pihak kelurahan juga akan membuat laporan karena nama lembaga kami dicatut pelaku," tandasnya.

Sementara itu, Camat Banjarsari Priyadi membenarkan telah menerima laporan mengenai dugaan penipuan tersebut. Hingga kini, laporan baru berasal dari wilayah Kelurahan Gilingan.

"Belum ada laporan serupa dari kelurahan lain di Kecamatan Banjarsari," katanya.

Ia menegaskan tidak ada program pemerintah maupun kelurahan yang menjual sisa bantuan pangan kepada masyarakat. Karena itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap penawaran sembako murah yang mengatasnamakan pemerintah.

"Tidak ada program seperti itu. Jangan mudah percaya jika ada yang mengatasnamakan pemerintah atau kelurahan. Informasinya, warga seperti digendam," pungkasnya. (atn)

Editor : Kabun Triyatno
#penipuan #bantuan pemerintah #toko kelontong #modus #sembako murah