Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

DPRD Soroti Proyek Rp26 Miliar Jalan Pierre Tendean, Progres Lambat dan Minim Transparansi

Antonius Christian • Rabu, 1 Juli 2026 | 17:03 WIB
DPRD Solo sidak proyek Jalan Piere Tendean, Rabu kemarin (1/7). (A Christian/Radar Solo)
DPRD Solo sidak proyek Jalan Piere Tendean, Rabu kemarin (1/7). (A Christian/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Komisi III DPRD Kota Solo menemukan sejumlah catatan saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di proyek peningkatan Jalan Pierre Tendean. Selain progres pekerjaan yang belum mencapai 40 persen, dewan juga menyoroti belum dipasangnya direksi kit di lokasi proyek sehingga masyarakat tidak dapat mengakses informasi teknis pekerjaan secara terbuka.

Ketua Komisi III DPRD Kota Solo Taufiqurrahman mengatakan, sidak dilakukan untuk memastikan proyek peningkatan Jalan Pierre Tendean berjalan sesuai rencana. Proyek yang mencakup pembangunan jalan, drainase, dan saluran air itu dibiayai melalui APBN dengan nilai sekitar Rp26 miliar dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Baca Juga: Betonisasi Jalan Adi Sumarmo, BST Boleh Melintas Tapi Halte Sementara Ditutup

"Hasil pantauan kami, progres pekerjaan masih kurang dari 40 persen. Target penyelesaiannya Desember," ujarnya.

Secara umum, kualitas pekerjaan dinilai cukup baik. Namun, Komisi III menilai dampak proyek terhadap aktivitas masyarakat masih cukup besar. Sistem buka-tutup jalan yang diterapkan selama pengerjaan menyebabkan arus lalu lintas di kawasan tersebut kerap mengalami kemacetan.

Menurut Taufiqurrahman, pelaksana proyek menargetkan penataan akses lalu lintas selesai pada Juli. DPRD meminta komitmen itu benar-benar dipenuhi agar gangguan terhadap masyarakat segera berakhir.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun 4 Kendaraan di Penggung Boyolali, 1 Pengemudi Meninggal

"Kami berharap pada Juli akses lalu lintas sudah kembali normal sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu akibat pekerjaan proyek," katanya.

Selain persoalan lalu lintas, Komisi III juga menyoroti belum adanya direksi kit atau papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Padahal, papan tersebut menjadi sarana penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai spesifikasi teknis, volume pekerjaan, hingga pelaksana proyek.

"Direksi kit belum terpasang. Akibatnya kami maupun masyarakat tidak bisa mengetahui spesifikasi pekerjaan, kedalaman saluran, maupun informasi teknis lainnya. Seharusnya papan informasi itu sudah dipasang sejak awal pekerjaan," tegasnya.

Baca Juga: SMPN 2 Karangpandan Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Audio Amplifier

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Solo YF Sukasno, juga menyoroti masih adanya genangan air di sejumlah titik proyek. Berdasarkan penjelasan kontraktor, kondisi tersebut terjadi karena jaringan drainase belum tersambung secara menyeluruh.

"Kami melihat masih ada genangan karena crossing saluran belum selesai. Setelah seluruh saluran tersambung, baru bisa dievaluasi apakah aliran air sudah lancar atau masih ada kendala," ujarnya.

Komisi III berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga manfaat proyek segera dirasakan masyarakat. DPRD juga meminta pelaksana proyek meminimalkan dampak pembangunan terhadap pengguna jalan melalui percepatan pekerjaan dan peningkatan keterbukaan informasi kepada publik. (atn)

 
 
Editor : Kabun Triyatno
#drainase #lalu lintas #proyek #sidak