RADARSOLO.COM – Dua ikon budaya Kota Solo kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Wayang Orang Sriwedari (WOS) dan Kerajinan Canting Serengan resmi masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2026 sebagai wakil Provinsi Jawa Tengah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pun mengajak masyarakat memberikan dukungan melalui mekanisme voting agar dua warisan budaya tersebut mampu meraih penghargaan tingkat nasional.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengatakan, masuknya Wayang Orang Sriwedari dan Kerajinan Canting Serengan dalam nominasi API Awards menjadi pengakuan atas kekayaan budaya yang dimiliki Kota Bengawan.
Baca Juga: KPPG Semarang Sebut Keracunan MBG di Wonogiri Bisa karena Faktor Internal-Eksternal
"Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan. Dukungan masyarakat akan menjadi energi agar Wayang Orang Sriwedari dan Kerajinan Canting Serengan bisa meraih penghargaan nasional," ujarnya, Kamis (2/7).
Astrid menilai kedua ikon budaya tersebut tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Wayang Orang Sriwedari yang berdiri sejak 1910 pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Paku buwono X tercatat sebagai kelompok wayang orang tertua di Indonesia yang masih aktif mementaskan pertunjukan hingga sekarang.
Baca Juga: Respons Video Viral di Pasar Bubrah, BTNGM Tegaskan Jalur Pendakian Merapi Tutup Total
Selama lebih dari satu abad, WOS konsisten melestarikan seni tari, drama, karawitan, dan kisah-kisah pewayangan seperti Mahabharata maupun Ramayana, yang menjadi daya tarik wisata budaya Kota Solo.
"Keberlangsungan Wayang Orang Sriwedari membuktikan bahwa seni pertunjukan tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Bahkan belakangan semakin banyak generasi muda yang datang menyaksikan pertunjukan," katanya.
Baca Juga: Resmi! APGI Jawa Tengah Angkat Bicara Soal Aktivitas Pendakian Gunung Merapi Jalur New Selo
Di sisi lain, Kerajinan Canting Serengan dinilai berhasil mengembangkan warisan budaya menjadi produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah.
Selain berfungsi sebagai alat membatik, canting kini diolah menjadi berbagai produk suvenir, aksesori, gantungan kunci, alat tulis, hingga dekorasi yang diminati pasar.
"Inovasi ini menunjukkan bahwa warisan budaya bisa tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Astrid.
Ia berharap pencapaian tersebut menjadi momentum memperluas promosi budaya Kota Solo di tingkat nasional. Pemkot bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan mengintensifkan publikasi untuk mengajak masyarakat ikut berpartisipasi dalam proses voting.
"Kami berharap dukungan masyarakat dapat mengantarkan Wayang Orang Sriwedari dan Kerajinan Canting Serengan meraih hasil terbaik sekaligus semakin memperkuat identitas budaya Kota Solo," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Maretha Dinar Cahyono, mengatakan kedua nominasi dipilih karena masih eksis hingga kini dan mampu menjaga nilai-nilai tradisi di tengah perkembangan zaman.
"Kami memilih dua nominasi ini karena masih hidup, berkembang, dan tetap menjaga nilai tradisi. Harapannya, dengan masuk nominasi penghargaan tingkat nasional, Wayang Orang Sriwedari dan Canting Solo semakin dikenal dan terus lestari," ujarnya.
Masyarakat dapat memberikan dukungan melalui SMS dengan format API 6D diikuti nama nominasi, misalnya Canting Solo atau Wayang Orang Sriwedari, lalu dikirim ke 99386. Dukungan juga dapat diberikan melalui akun Instagram @ayojalanjalanindonesia dengan menyukai unggahan nominasi dan memberikan komentar, maupun melalui pemindaian kode QRIS yang telah disediakan panitia. (ves)
Editor : Kabun Triyatno