RADARSOLO.COM – Aparat Satreskrim Polresta Solo memburu pelaku yang diduga menelantarkan bayi perempuan di toilet KA Sancaka 84B relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng. Polisi menyisir rekaman CCTV hingga manifest penumpang untuk mengungkap identitas orang yang meninggalkan bayi tersebut.
Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kapolsek Banjarsari Kompol Harno mengatakan, penyelidikan dilakukan bersama PT KAI Daop 6 Yogyakarta dengan mengumpulkan seluruh petunjuk yang ada.
"Personel Satreskrim Polresta Solo bersama Unit Reskrim Polsek Banjarsari masih melakukan serangkaian penyelidikan, mulai olah TKP, pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, penelusuran rekaman CCTV hingga berkoordinasi dengan PT KAI Daop 6 Yogyakarta," ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Baca Juga: 9 Guru ASN Brebes Jadi Tersangka Kasus Absensi Fiktif, Sekda Jateng Tunggu Putusan Inkrah
Peristiwa itu terjadi Sabtu (4/7) sekitar pukul 07.20 WIB. Seorang penumpang melaporkan adanya bayi perempuan di toilet kereta eksekutif 3 saat KA Sancaka masih dalam perjalanan. Laporan tersebut langsung diteruskan kepada petugas kereta yang kemudian berkoordinasi dengan Pusat Pengendalian Pelayanan KAI dan Stasiun Solo Balapan.
Sesampainya di Stasiun Solo Balapan sekitar pukul 07.30 WIB, bayi segera dievakuasi menuju Pos Kesehatan stasiun. Hasil pemeriksaan dokter dan bidan Klinik Mediska KAI Solo menyatakan kondisi bayi dalam keadaan sehat dan stabil, sehingga kereta kembali melanjutkan perjalanan tiga menit kemudian.
Baca Juga: Ratusan Calon Murid Baru Tak Daftar Ulang, Kursi Kosong SMA Negeri Dialihkan ke Kuota Cadangan
Menurut Harno, keselamatan bayi menjadi prioritas utama. Karena itu, bayi langsung dirujuk ke RS Bhayangkara Solo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
"Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan bayi, saat ini bayi tersebut telah mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara Surakarta," katanya.
Polisi juga mengajak masyarakat yang mengetahui informasi terkait kasus tersebut agar segera melapor. Keterangan dari masyarakat dinilai dapat mempercepat pengungkapan pelaku.
Baca Juga: Nasib Oknum Guru PPPK Cabul di Kartasura Sukoharjo di Tangan PPK
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan, KAI bergerak cepat setelah menerima laporan penemuan bayi. Selain berkoordinasi dengan kepolisian, KAI membantu proses penyelidikan melalui pemeriksaan manifest penumpang dan rekaman CCTV.
"Tim KAI langsung berkoordinasi dengan Polsek Banjarsari. Saat ini bayi sudah dalam penanganan kepolisian dan RS Bhayangkara. Kami mendukung penuh proses penyelidikan sesuai prosedur yang berlaku," ujarnya.
Feni menambahkan, hingga Minggu (5/7) bayi masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Solo. Seluruh informasi terkait perkembangan penyelidikan disampaikan melalui kepolisian sebagai pihak yang menangani perkara.
"Kami membantu pengecekan manifest penumpang dan CCTV. Namun karena sudah masuk ranah penyidikan, informasi mengenai penelusuran disampaikan satu pintu oleh kepolisian," jelasnya. (atn)