Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo Gaya hidup

Tak Hanya Venue, Solo Bangun Ekosistem Sport Tourism dari Pembinaan Atlet Usia Dini

Silvester Kurniawan • Minggu, 5 Juli 2026 | 18:41 WIB
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani bicara soal pembinaan atlet usia dini. (Humas Pemkot Solo)
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani bicara soal pembinaan atlet usia dini. (Humas Pemkot Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tak lagi ingin sport tourism hanya identik dengan menjadi tuan rumah event nasional maupun internasional. Kini, strategi baru disiapkan dengan membangun ekosistem olahraga dari level akar rumput melalui kompetisi usia dini. Langkah ini diyakini mampu mencetak atlet berprestasi sekaligus menggerakkan ekonomi kota secara berkelanjutan.

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengatakan, Solo memiliki modal besar untuk menjadi pusat sport tourism nasional. Selain didukung berbagai venue berstandar internasional, kota ini juga memiliki kekuatan di sektor budaya, kuliner, dan pariwisata yang saling melengkapi.

Namun, menurutnya, kekuatan tersebut harus diimbangi dengan pembinaan atlet secara berkelanjutan agar manfaat penyelenggaraan event olahraga tidak berhenti pada aspek seremonial.

Baca Juga: Wali Kota Bentuk Satgas Parkir, Jukir Nakal dan Parkir Liar di Solo Jadi Sasaran

"Kita punya modal kuat sebagai destinasi sport tourism, kita punya berbagai venue berstandar internasional yang didukung potensi budaya dan kuliner. Ini harus terus dikembangkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat," ujar Astrid, Minggu (5/7).

Ia menilai setiap penyelenggaraan event olahraga selalu memberikan efek berganda terhadap perekonomian. Tingkat hunian hotel meningkat, sektor kuliner dan UMKM bergerak, transportasi lebih hidup, hingga muncul kebiasaan baru masyarakat untuk berolahraga.

Karena itu, pengembangan sport tourism telah masuk sebagai salah satu sektor unggulan dalam RPJMD Kota Solo 2025–2029 guna meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Pembuang Bayi di Toilet KA Sancaka, Periksa Rekaman CCTV dan Manifest Penumpang

"Sport tourism sejalan dengan RPJMD 2025–2029 sebagai salah satu sektor unggulan untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah," katanya.

Tak hanya fokus menghadirkan event, Pemkot juga mulai memperkuat fondasi pembinaan atlet. Salah satunya dengan menghidupkan kembali kompetisi olahraga usia dini dan memperluas kolaborasi dengan sekolah, komunitas olahraga, perguruan tinggi, pelaku industri kreatif, hingga dunia usaha.

Astrid mencontohkan pelaksanaan kompetisi basket 3x3 yang digelar Perbasi bersama UNSA sebagai salah satu model kolaborasi yang akan terus diperbanyak.

Baca Juga: Nasib Oknum Guru PPPK Cabul di Kartasura Sukoharjo di Tangan PPK

Menurutnya, setiap kompetisi olahraga tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga membentuk karakter generasi muda melalui nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, dan rasa bangga terhadap Kota Solo.

"Event olahraga bukan sekadar kompetisi. Di dalamnya ada pendidikan karakter, sportivitas, disiplin, kerja sama, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap Kota Solo. Ketika masyarakat ikut terlibat, identitas Solo sebagai kota yang dinamis akan semakin kuat," jelasnya.

Komitmen membangun ekosistem olahraga juga ditegaskan Wali Kota Surakarta Respati Ardi. Sebelumnya, Pemkot telah menggagas liga sepak bola amatir antarsekolah untuk kelompok usia 9–10 tahun sebagai jalur pembinaan atlet sejak dini.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan program rehabilitasi bertahap lapangan-lapangan sepak bola milik daerah pada 2026–2027 agar layak digunakan sebagai pusat pembinaan sekaligus penyelenggaraan kompetisi.

"Ekosistem sepak bola dan keolahragaan di Solo akan terus kami dorong untuk melahirkan prestasi bagi warga Kota Surakarta," ujar Respati.

Dengan strategi tersebut, Pemkot berharap status Solo sebagai kota sport tourism tidak hanya diukur dari banyaknya event yang digelar, tetapi juga dari keberhasilannya mencetak atlet-atlet baru serta menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#sport tourism #kompetisi #umkm #pemkot solo #usia dini