Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Keraton Memanas Usai Insiden Karpet, Tedjowulan Minta Semua Pihak Dahulukan Kepentingan Keraton

Silvester Kurniawan • Kamis, 9 Juli 2026 | 18:34 WIB
Keraton Kasunanan Surakarta. (M Ihsan/Radar Solo)
Keraton Kasunanan Surakarta. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Konflik internal Keraton Kasunanan Surakarta kembali menghangat setelah insiden karpet saat prosesi wilujengan menjelang Labuhan Suro di Pantai Parangkusumo berbuntut polemik penutupan akses Keputren dan Dalem Ageng. Di tengah memanasnya hubungan antara Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta dan kubu PB XIV Purbaya, Penanggung Jawab Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, memilih mengambil posisi netral.

Tedjowulan menegaskan kepentingan pelestarian dan revitalisasi Keraton harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun pihak tertentu.

Baca Juga: Jejak Ban Bongkar Misteri McLaren Milik Andra ST Terbelah Dua Di Jalanan Sukoharjo

Juru Bicara Panembahan Agung Tedjowulan, Kanjeng Pakoenagoro, mengatakan pihaknya tidak ingin larut dalam tarik-menarik kepentingan internal. Fokus utama saat ini adalah memastikan proses revitalisasi Keraton tetap berjalan sesuai rencana.

"Kepentingan yang paling utama adalah kepentingan Keraton di atas kepentingan semua pihak. Gusti Tedjowulan mengedepankan langkah-langkah administratif untuk memperoleh kejelasan dari pihak-pihak terkait," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Canthang Balung di Kasunanan Surakarta dan Edan-edanan di Kasunanan Yogyakarta Sama atau Beda?

Menurutnya, polemik penutupan akses Keputren dan Dalem Ageng masih terus dikomunikasikan. Terlebih, kedua kawasan tersebut sebenarnya belum masuk dalam tahap revitalisasi yang saat ini berlangsung.

"Saat ini revitalisasi baru mencakup kantor Panembahan Agung, kawasan Keraton Kilen, dan kawasan Pakubuwanan. Belum menyentuh Keputren maupun Dalem Ageng. Karena itu kami terus membangun komunikasi dengan semua pihak agar persoalan ini dapat diselesaikan," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Eksekutif LDA Keraton Surakarta KPH Eddy Wirabhumi mengungkapkan bahwa GKR Wandansari Koes Moertiyah telah tiga kali meminta agar akses Keputren dan Dalem Ageng dibuka. Namun hingga kini permintaan tersebut belum memperoleh tanggapan.

Baca Juga: LPS Gelontorkan Dana Rp 38 Miliar, 282 Nasabah PT BPR Ceper Permata Artha Klaten Mulai Terima Pembayaran Simpanan

"Tidak ada respons dari permintaan kami," katanya.

Sementara itu, kubu SISKS PB XIV Purbaya memiliki pandangan berbeda. Juru bicara PB XIV Purbaya, KPA Singonagoro, menegaskan Keputren dan Dalem Ageng merupakan kawasan privat sehingga setiap pihak yang hendak memasuki area tersebut wajib memperoleh izin dari pengageng yang berwenang.

"Kalau mau masuk area privat mestinya ada izin. Yang penting komunikasi yang baik dan berkoordinasi dengan pengagengnya," tegasnya.

Insiden karpet yang terjadi saat rangkaian Labuhan Suro menjadi pemicu kembali menghangatnya dinamika internal Keraton Kasunanan Surakarta. Di tengah situasi tersebut, Panembahan Agung Tedjowulan memilih menahan diri dan mendorong penyelesaian melalui komunikasi, dengan harapan polemik tidak mengganggu agenda besar revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#lda #PB XIV Purbaya #revitalisasi #keraton kasunanan surakarta