RADARSOLO.COM – Pentas Wayang Orang Sriwedari tak lagi sekadar menyuguhkan hiburan. Pemerintah Kota Solo mulai memanfaatkan panggung seni tradisional tersebut sebagai media sosialisasi berbagai program strategis, mulai dari kesehatan reproduksi remaja, pencegahan pernikahan usia dini, hingga pembangunan keluarga.
Terobosan itu dilakukan melalui kolaborasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo saat pementasan Wayang Orang Sriwedari, Jumat (10/7) malam.
Baca Juga: Breaking News! MPLS Sekolah Rakyat Sukoharjo Diundur, Ini Alasannya
Di sela-sela pertunjukan, pesan-pesan mengenai Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) disisipkan kepada penonton. Cara ini dipilih untuk menjangkau masyarakat, terutama generasi muda, melalui pendekatan budaya yang lebih menarik.
Kepala DP3AP2KB Kota Solo Kristiana Hariyanti mengatakan, seni pertunjukan dinilai menjadi media komunikasi yang efektif karena mampu menyampaikan pesan tanpa terasa menggurui.
"Setiap tahun kami memiliki kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi tentang Bangga Kencana. Kali ini kami mengolaborasikannya melalui pentas Wayang Orang Sriwedari karena saat ini banyak remaja yang mulai gemar menonton wayang orang. Respons masyarakat sangat baik, penonton memenuhi gedung dan banyak juga yang menyaksikan melalui live streaming," ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Baca Juga: Libur Sekolah Asyik di Hotel Berbintang, Saling Sharing dalam Coffee Talks with Book
Keberhasilan kolaborasi tersebut membuka peluang baru bagi pemanfaatan seni budaya sebagai media penyampaian program pemerintah.
Kepala Disbudpar Kota Solo Maretha Dinar Cahyono mengatakan pihaknya siap membuka ruang kerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain yang ingin menyosialisasikan program melalui pertunjukan budaya.
"Ini merupakan inisiatif dari DP3AP2KB dan kebetulan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Wayang Orang Sriwedari. Kami membuka kesempatan bagi OPD lain yang ingin memanfaatkan panggung seni budaya sebagai media sosialisasi program kepada masyarakat," katanya.
Baca Juga: Tutup Solo Champions and Impact Festival, Respati: Ubah Pola Bisnis, Jangan sekadar Kejar Omzet
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani yang turut tampil dalam pementasan dengan lakon Katresnan Wurung menilai pendekatan tersebut mampu menghadirkan cara baru dalam menyampaikan isu-isu penting kepada masyarakat.
Menurut Astrid, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari perubahan perilaku, pengaruh dunia digital, hingga persoalan pernikahan dini, membutuhkan metode komunikasi yang lebih kreatif dan mudah diterima.
"Saya mendampingi DP3AP2KB dalam sosialisasi program yang saat ini sangat penting. Isu perubahan perilaku remaja, dunia digital, hingga pernikahan dini harus menjadi perhatian bersama. Karena Solo adalah kota budaya, sosialisasi melalui pentas Wayang Orang menjadi cara yang segar untuk menarik perhatian masyarakat," ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara pelestarian budaya dan edukasi publik seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga Wayang Orang Sriwedari tidak hanya menjadi ruang pelestarian seni tradisi, tetapi juga menjadi media efektif untuk menyampaikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat. (ves)
Editor : Kabun Triyatno