RADARSOLO.COM – Wali Kota Solo Respati Ardi mengajak para ayah mengantar anak ke sekolah pada hari pertama tahun ajaran baru, Senin (13/7). Menurutnya, keterlibatan ayah menjadi fondasi penting dalam membangun karakter sekaligus mendukung keberhasilan pendidikan anak.
Ajakan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (Gamas) yang diharapkan mampu memperkuat peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak sejak dini.
"Bagi ayah-ayah hebat, kepala keluarga, mari kita lebih perhatian kepada anak-anak kita dengan mengantarkan mereka di hari pertama sekolah," ujar Respati, Minggu (12/7/2026).
Baca Juga: Wayang Orang Jadi Panggung Edukasi, Isu Kesehatan Remaja Dikemas Lewat Lakon Apik
Menurut Respati, kehadiran ayah pada momen pertama masuk sekolah bukan sekadar simbolis. Kehadiran tersebut diharapkan memberi dukungan psikologis sekaligus mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.
Selain mengajak orang tua terlibat, Respati juga meminta pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ia menginginkan MPLS menjadi ruang yang menyenangkan sekaligus efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik.
"Tantangan pendidikan hari ini jauh lebih berat karena banyak distraksi dari dunia digital. Karena itu saya mengedepankan pendidikan karakter. Pendidikan formal dan bimbingan orang tua menjadi fondasi utamanya," katanya.
Baca Juga: Breaking News! MPLS Sekolah Rakyat Sukoharjo Diundur, Ini Alasannya
Ia berharap guru dan tenaga pendidik mampu menghadirkan kegiatan yang kreatif, atraktif, sekaligus membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial para siswa sejak hari pertama sekolah.
Respati juga menyinggung pentingnya pembinaan karakter dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk penyimpangan seksual. Menurutnya, pemerintah tidak akan bersikap diskriminatif terhadap siapa pun, namun juga tidak akan menormalisasi perilaku yang dinilai menyimpang.
"Kita tidak akan mendiskriminasi, tetapi kita juga tidak akan menormalisasi hal tersebut," tegasnya.
Di sisi lain, Respati mendorong transformasi pendidikan di sekolah negeri terus dilakukan. Ia mewajibkan seluruh kepala sekolah aktif mempromosikan potensi dan keunggulan sekolah masing-masing agar semakin dikenal masyarakat.
Menurutnya, setiap sekolah memiliki kelebihan yang layak dipublikasikan sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus menarik minat calon peserta didik.
"Saya mewajibkan seluruh kepala sekolah mempromosikan potensi sekolahnya masing-masing. Akan saya nilai sendiri, terutama bagi sekolah yang peminatnya mengalami penurunan," tandasnya. (ves)
Editor : Kabun Triyatno