Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Bidik Wellness Tourism, Pemkot Solo Perkuat Rantai Industri Jamu dari Hulu hingga Hilir

Silvester Kurniawan • Minggu, 12 Juli 2026 | 19:29 WIB
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani berkunjung ke PT Konimex Sukoharjo. (Humas Pemkot Solo)
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani berkunjung ke PT Konimex Sukoharjo. (Humas Pemkot Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai mempercepat langkah membangun ekosistem jamu dan obat herbal sebagai salah satu pilar pengembangan wellness tourism. Tidak hanya mengandalkan budaya minum jamu, Pemkot kini membidik penguatan rantai industri herbal dari hulu hingga hilir agar mampu menjadi penggerak ekonomi baru berbasis potensi lokal.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan kunjungan kerja ke PT Konimex, Jumat (10/7). Kunjungan itu bertujuan mempelajari pengelolaan industri herbal modern yang mengedepankan riset, inovasi, dan standar mutu.

Baca Juga: Respati Ajak Para Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Pendidikan Karakter Jadi Prioritas

Rombongan terdiri atas Kepala Balai Besar POM Solo Mohammad Fajar Arifin, Kepala BRIDA Kota Solo Kentis Ratnawati, perwakilan Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Solo.

"Kami melihat secara langsung berbagai tahapan produksi obat tradisional, mulai dari pengolahan bahan baku, proses manufaktur, pengemasan, hingga sistem pengendalian mutu. Kunjungan ini menjadi pembelajaran penting mengenai pengelolaan industri herbal modern berbasis riset dan inovasi," ujar Astrid, Minggu (12/7/2026).

Menurut Astrid, pengembangan tanaman obat tidak cukup hanya berhenti pada budidaya atau produksi jamu. Pemerintah ingin membangun ekosistem yang saling terhubung sehingga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing produk herbal Solo.

Baca Juga: 3 Link Live Streaming MotoGP Jerman 2026, Nonton Gratis di TV Ini Mulai Jam 19.00 WIB

Ekosistem tersebut melibatkan petani sebagai penyedia bahan baku, lembaga riset, industri pengolahan, lembaga pengawas mutu, hingga pelaku usaha yang memasarkan produk herbal.

"Dengan ekosistem yang kuat, produk herbal Solo akan memiliki daya saing sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," katanya.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Solo tengah mengembangkan Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN). Program ini tidak hanya bertujuan menghidupkan kembali budaya minum jamu, tetapi juga membangun rantai ekonomi herbal yang berkelanjutan.

Baca Juga: Hari Pertama MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, Wali Kota Solo Respati Ajak Ayah Antar Anak

Dalam skema tersebut, BRIDA bertugas memperkuat penelitian dan inovasi tanaman obat lokal. Balai Besar POM mendampingi aspek keamanan, mutu, dan khasiat produk. Sementara Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian membantu pelaku usaha melalui pendampingan legalitas, sertifikasi, pengemasan, hingga pemasaran.

Di sisi lain, Dispangtan akan memperkuat budidaya tanaman obat sekaligus meningkatkan kapasitas petani agar mampu menghasilkan bahan baku sesuai standar industri.

"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Pemerintah ingin memastikan seluruh mata rantai, mulai dari produksi bahan baku hingga pemasaran produk jadi, berkembang secara berkelanjutan," tegas Astrid.

Pemkot menilai kekuatan budaya minum jamu yang dimiliki Solo menjadi modal besar untuk mengembangkan sektor wellness tourism. Potensi tersebut dipadukan dengan dukungan industri, riset, inovasi, serta pemberdayaan UMKM sehingga diharapkan mampu menjadi identitas baru Kota Solo.

Melalui Program IDAMAN, pemerintah berharap lahir berbagai kebijakan yang mendorong tumbuhnya sentra herbal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas keterlibatan UMKM, sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis potensi lokal.

"Kami berharap Solo tidak hanya dikenal sebagai Kota Budaya, tetapi juga menjadi pusat pengembangan jamu dan herbal yang mampu meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," pungkas Astrid.

Sebagai informasi, Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama BPOM RI pada awal Juni lalu. Sejak peluncuran tersebut, sejumlah pemerintah daerah mulai memperkuat implementasi program sebagai bagian dari pengembangan industri herbal nasional. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#jamu #wellness tourism #modern #obat herbal #industri