RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan seiring dimulainya tahun ajaran baru, Senin (13/7). Untuk mengantisipasi persoalan yang sempat muncul di sejumlah daerah, pengawasan distribusi makanan diperketat mulai dari dapur penyedia hingga makanan diterima siswa.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan seluruh tahapan pelaksanaan MBG diawasi secara berlapis agar makanan yang diterima siswa benar-benar aman, layak konsumsi, dan memenuhi standar gizi.
"Kami berkomitmen terus mengawasi dan melindungi warga yang menerima makanan. Satgas MBG tidak pernah lelah melakukan pengawasan. Di hari pertama sekolah ini kami pastikan semuanya berjalan baik," ujarnya.
Menurut Respati, pengawasan tidak hanya dilakukan saat makanan dibagikan kepada siswa. Pemeriksaan sudah dimulai sejak proses awal, meliputi kelengkapan perizinan dapur, kebersihan lingkungan produksi, hingga kesesuaian menu dengan standar yang telah ditetapkan.
Selain Satgas MBG, Tim Penggerak PKK Kota Solo juga rutin diterjunkan untuk melakukan monitoring di lapangan.
Baca Juga: Atap Rusak Berat, Siswa SDN 2 Ketaon Boyolali Terpaksa Belajar di Musala dan Ruang Guru
"Mulai dari perizinan lingkungan, kebersihan dapur, hingga kesesuaian menu terus kami awasi. PKK juga ikut turun melakukan monitoring," katanya.
Respati menyebut Kota Solo saat ini menjadi salah satu daerah percontohan dalam sistem monitoring dan evaluasi pelaksanaan MBG di Jawa Tengah. Karena itu, pemerintah kota ingin memastikan kualitas pelaksanaan program tetap terjaga dan setiap temuan dapat segera ditindaklanjuti.
"Solo menjadi percontohan pengawasan dan monitoring evaluasi MBG terbaik di Jawa Tengah. Kalau memang baik kami katakan baik. Kalau ada yang kurang atau buruk juga kami sampaikan apa adanya agar segera diperbaiki," tegasnya.
Ia menambahkan, evaluasi akan dilakukan secara berkelanjutan agar program nasional tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi siswa sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
Pemkot berharap dengan pengawasan yang konsisten, pelaksanaan MBG tidak hanya berjalan lancar pada hari pertama sekolah, tetapi juga mampu terus menghadirkan makanan bergizi yang aman dan berkualitas bagi seluruh siswa penerima manfaat. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus mendukung proses belajar yang lebih optimal. (atn)
Editor : Kabun Triyatno