Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Gereja Santo Petrus Purwosari Bantu Warga Kelola Sampah Organik, Pemkot Solo: Kolaborasi Jadi Kunci

Silvester Kurniawan • Jumat, 17 Juli 2026 | 09:39 WIB
SUMBANGSIH: Pemkot Solo apresiasi Gereja Santo Petrus yang menyerahkan 6 komposter besar dan 60 komposter kecil. (DOK. PEMKOT SOLO)
SUMBANGSIH: Pemkot Solo apresiasi Gereja Santo Petrus yang menyerahkan 6 komposter besar dan 60 komposter kecil. (DOK. PEMKOT SOLO)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota Solo mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam upaya mengurangi persoalan sampah organik. Salah satunya melalui program edukasi dan bantuan komposter yang diberikan Gereja Katolik Santo Petrus Purwosari kepada warga Kelurahan Punggawan.

Wakil Wali Kota Solo, Astri Widayani, mengatakan persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Menurutnya, keterlibatan komunitas, lembaga keagamaan, hingga masyarakat menjadi faktor penting untuk membangun budaya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga.

"Persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa komunitas dan lembaga keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari rumah," ujarnya saat menghadiri penyerahan bantuan komposter di Kelurahan Punggawan, Selasa (15/7).

Baca Juga: Ketikanmu Bisa Jadi Barang Bukti, Begini Cara Menganalisisnya

Astri mengungkapkan, sekitar 65 persen timbunan sampah di Kota Solo merupakan sampah organik. Karena itu, pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga dinilai menjadi salah satu solusi efektif untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo.

Menurutnya, sampah organik yang diolah menjadi kompos tidak hanya mampu menekan volume sampah yang dibuang ke TPA, tetapi juga memiliki manfaat bagi masyarakat.

"Selain mampu menekan beban tempat pemrosesan akhir, kompos yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk penghijauan lingkungan maupun kegiatan urban farming. Langkah sederhana tersebut sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga dan berpotensi memberikan nilai ekonomi," paparnya.

Baca Juga: Seragam Baru Tak Dipaksakan, Sekolah di Solo Beri Kelonggaran Selama MPLS

Dalam kegiatan tersebut, Gereja Katolik Santo Petrus Purwosari menyerahkan enam unit komposter berukuran besar kepada enam RW di Kelurahan Punggawan.

Selain itu, juga dibagikan 60 unit komposter skala rumah tangga agar masyarakat dapat langsung mempraktikkan pengolahan sampah organik di lingkungan masing-masing.

Ketua Bidang Lingkungan Hidup Kevikepan Solo sekaligus Ketua Bank Sampah Kota Solo, Denok Martiastuti, menjelaskan bahwa bantuan tersebut tidak hanya berupa sarana, tetapi juga disertai edukasi mengenai cara mengolah sampah organik menjadi kompos.

"Gereja Santo Petrus Purwosari menyerahkan enam komposter besar untuk skala RW dan 60 komposter kecil untuk skala rumah tangga yang langsung bisa digunakan oleh masyarakat. Kami juga memberikan edukasi tentang pengolahan sampah organik dengan komposter yang diberikan ini. Harapannya mulai hari ini masyarakat mulai bergerak untuk mengurangi sampah yang dikirim ke TPA Putri Cempo," jelasnya.

Baca Juga: "Di Rumah" atau "Dirumah"? Kesalahan Penulisan Ini Masih Sering Ditemukan

Pemkot Solo berharap pelatihan dan pendampingan pengelolaan sampah organik tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu membangun kebiasaan baru masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah dari sumbernya. (ves/nik)

 
Editor : Niko auglandy
gereja tpa pemkot solo sampah