Revitalisasi Keraton Solo Dikebut, Keputren dan Museum Jadi Prioritas Awal

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 20:26 WIB
EKSOTIK: Suasana di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta saat malam hari. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
EKSOTIK: Suasana di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta saat malam hari. (M. IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Revitalisasi kawasan cagar budaya Keraton Kasunanan Surakarta segera dimulai. Program yang digagas Kementerian Kebudayaan RI itu ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan atau selesai pada Desember mendatang.

Tahap awal revitalisasi difokuskan pada kawasan Keputren atau Keraton Kulon serta Museum Keraton. Selain perbaikan fisik bangunan, museum juga akan ditata ulang agar memiliki standar ruang pamer bertaraf internasional, sehingga koleksi benda-benda bersejarah dapat ditampilkan secara lebih representatif.

Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan bersama LDA telah menggelar sosialisasi dimulainya revitalisasi kawasan Keraton di Sasana Handrawina.

"Alhamdulillah, Karaton Surakarta Hadiningrat bersama Kementerian Kebudayaan yang diwakili Direktur Jenderal Kebudayaan dan BPK Jawa Tengah mengadakan sosialisasi dimulainya revitalisasi kawasan Karaton Surakarta," ujarnya.

Baca Juga: Berapa Gaji Ulta Levenia Nababan Sebagai Tenaga Ahli Utama KSP? Disorot Usai Hina dan Samakan Jas Almamater UI dengan Daster

Menurut Gusti Moeng, penggunaan istilah revitalisasi kawasan menunjukkan pekerjaan tidak hanya menyasar bangunan inti Keraton, tetapi juga area lain yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan edukasi.

Pada tahap pertama, revitalisasi dipusatkan di kawasan Keputren yang berada di sisi barat Keraton. Selain itu, Museum Keraton juga akan dibenahi, termasuk pengembangan ruang pamer agar memenuhi standar permuseuman modern.

"Waktunya hanya empat bulan, diharapkan nanti Desember selesai," katanya.

Baca Juga: Dua Koridor Disekitar Stasiun di Solo Dikonsep Jadi Lokasi Wisata Ramah Pejalan Kaki

Ketua Eksekutif LDA Keraton Solo KPH Eddy Wirabhumi menambahkan, pelaksanaan revitalisasi yang semula dijadwalkan dimulai pada Jumat (24/7) dipercepat menjadi Selasa mendatang mengingat waktu pengerjaan yang sangat terbatas.

Menurutnya, pekerjaan akan dilakukan secara intensif mulai pukul 07.00 hingga 23.00 setiap hari agar target penyelesaian akhir tahun dapat tercapai. "Karena waktunya sangat pendek, jadwal dimajukan hari Selasa. Minimal pekerjaan berlangsung dari jam 7 pagi sampai 11 malam," jelasnya.

Dia menerangkan, pengerjaan diawali dari kawasan Pagelaran, kemudian berlanjut ke Sitinggil, Kamandungan, Kasentanan, Museum Sasana Handrawina, Keraton Kulon hingga sejumlah titik lainnya di kompleks Keraton.

"Kalau dari depan dimulai dari Pagelaran, kemudian Sitinggil, seputaran Kamandungan. Setelah itu masuk Kasentanan, Museum Sasana Handrawina, Keraton Kulon, dan beberapa titik lain," ungkapnya.

Terkait besaran anggaran revitalisasi, Eddy mengaku belum mengetahui nilai pasti. Sebab, program tersebut merupakan bagian dari revitalisasi sejumlah keraton di Indonesia yang mendapat perhatian khusus pemerintah pusat.

"Saya tidak tahu persis anggarannya. Yang saya tahu, program ini tidak hanya untuk Keraton Surakarta, tetapi juga keraton-keraton lain di Indonesia dan merupakan dana khusus sebagai atensi dari Presiden," terangnya.

Baca Juga: Kampung Batik Laweyan Dorong Pelestarian Batik lewat Cara Unik

Selain pembenahan fisik bangunan, revitalisasi juga mencakup pelestarian warisan budaya tak benda, termasuk berbagai upacara adat yang hingga kini masih dijalankan Keraton Surakarta.

"Jadi tidak hanya revitalisasi fisik, tetapi juga revitalisasi nonfisik. Bahkan pekerja yang terlibat diperkirakan sekitar 300 orang sehingga membutuhkan tempat tinggal selama proses pekerjaan," ujarnya.

Meski revitalisasi berlangsung, kawasan Keraton tetap dibuka untuk kunjungan wisatawan. Eddy juga memastikan sengketa sejumlah aset Keraton tidak akan menghambat pelaksanaan proyek tersebut.

"Secara prinsip tidak ada seorang pun yang boleh menghalang-halangi. Semua akan dikomunikasikan karena targetnya pekerjaan harus selesai sampai akhir tahun," tegasnya. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
Keraton kasunanan surakarta revitalisasi