RADARSOLO.COM – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mulai mematangkan persiapan menghadapi persidangan perkara dugaan pencemaran nama baik terkait ijazah yang bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menyiapkan sembilan rekan seangkatannya di Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai saksi apabila keterangannya dibutuhkan di persidangan.
Hal itu diungkapkan Jokowi usai menerima kunjungan sejumlah teman kuliahnya di kediaman pribadinya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Senin (20/7/2026). Pertemuan yang berlangsung santai tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan koordinasi menjelang proses persidangan.
Baca Juga: Cyberbullying hingga Predator Online Mengintai, Polresta Solo Ingatkan Peran Krusial Orang Tua
Jokowi membenarkan bahwa pertemuan itu juga membahas persiapan menghadapi sidang.
"Ya mempersiapkan diri, dari rekan-rekan saya seangkatan," kata Jokowi.
Saat ditanya apakah persiapan tersebut berkaitan dengan persidangan dugaan pencemaran nama baik terkait ijazah, Jokowi menjawab singkat.
"Iya, betul," ujarnya.
Baca Juga: Kenapa Sih Emoji Baru Muncul Tiap Tahun? Ini Rahasianya!
Jokowi tidak mengungkap identitas sembilan orang yang disiapkan sebagai saksi. Namun, ia memastikan mereka merupakan teman seangkatan yang mengetahui secara langsung masa perkuliahannya di UGM sehingga dapat memberikan keterangan apabila dipanggil majelis hakim.
Sebelumnya, mantan Wali Kota Solo itu juga menyatakan siap memenuhi panggilan pengadilan apabila diminta hadir dalam persidangan. Ia bahkan menegaskan akan membawa seluruh ijazah asli miliknya, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga Strata 1 (S1), sebagai bagian dari pembuktian apabila diperlukan dalam proses persidangan.
Usai berbincang di kediaman Jokowi, mantan presiden bersama rekan-rekan seangkatannya kemudian meninggalkan lokasi untuk makan siang bersama. (atn)
Editor : Kabun Triyatno