RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berpeluang memperoleh bantuan pendanaan lebih dari Rp 100 miliar untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Bantuan tersebut akan diberikan melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) Kementerian Dalam Negeri apabila Kota Solo dinyatakan lolos penilaian yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, peluang tersebut mencuat setelah jajaran Bappenas melakukan kunjungan ke Kota Solo, Senin (20/7). Menurutnya, pemerintah pusat menaruh perhatian terhadap upaya penanganan sampah yang selama ini dilakukan Pemkot Solo.
Baca Juga: Solo Tutup Jalur Truk Lewat Pasar Jongke, Dishub Terapkan Rute Baru
"Solo mendapat perhatian dari Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri. Yang dinilai adalah tata kelola sampah dari hulu sampai hilir. Selain dukungan dari pemerintah pusat, kami juga mengajak seluruh masyarakat ikut terlibat dalam pengelolaan sampah," ujar Respati.
Saat ini, praktik pengelolaan sampah di Kota Solo masih dalam tahap evaluasi. Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar pemerintah pusat menentukan bentuk dukungan yang akan diberikan.
Respati menyebut, apabila seluruh persyaratan terpenuhi, Kota Solo berpotensi memperoleh pendanaan lebih dari Rp 100 miliar untuk pengembangan sistem pengelolaan sampah selama periode 2026 hingga 2030.
Baca Juga: Satpol PP Bongkar Modus Miras Dikemas Ulang di Lokananta, Wali Kota: Tak Ada Toleransi
"Kami menunggu hasil dari program LSDP Kemendagri. Nilai bantuannya bisa lebih dari Rp 100 miliar untuk pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir pada 2026-2030," katanya.
Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas, Medrilzam, membenarkan Kota Solo menjadi salah satu daerah yang dipertimbangkan masuk dalam proyek nasional peningkatan tata kelola persampahan.
Namun, menurutnya, proses tersebut masih berada pada tahap penilaian. Pemerintah pusat akan mengevaluasi kesiapan daerah sebelum menentukan penerima program.
Baca Juga: Mandi Berendam karena Gerah, Remaja asal Tanon Sragen Terseret Arus Bengawan Solo
"Kriterianya meliputi perbaikan tata kelola, kesiapan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat, ketersediaan lahan, serta aspek kelembagaan. Semua itu sedang kami nilai untuk melihat apakah Solo siap mengelola persampahan secara berkelanjutan," jelasnya.
Apabila memenuhi seluruh kriteria, Kota Solo akan masuk dalam daftar sekitar 30 kabupaten/kota yang menjadi sasaran program nasional peningkatan layanan pengelolaan sampah. Pemerintah berharap dukungan tersebut dapat mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terpadu, dan berkelanjutan di Kota Solo. (ves)
Editor : Kabun Triyatno