RADARSOLO.COM – Proyek revitalisasi kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat resmi dimulai. Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta mengawali pekerjaan dengan menggelar prosesi wilujengan di Sasana Maligi, Selasa (21/7). Di saat bersamaan, LDA menegaskan akan membuka sejumlah akses kawasan keraton yang hingga kini masih digembok apabila tidak segera diserahkan oleh pihak yang menguasainya.
Prosesi adat tersebut dihadiri PB XIV Mangkubumi, Pelaksana Pelestarian, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Surakarta KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, Ketua LDA GKR Wandansari Koes Moertiyah, serta para sentana dan abdi dalem. Ritual dilakukan sebagai doa agar proyek revitalisasi berjalan lancar.
Baca Juga: Dramatis! Sapi Bunting 9 Bulan Terperosok Sumur Tua di Ngadirojo Wonogiri Berhasil Dievakuasi
KGPH Panembahan Agung Tedjowulan menjelaskan revitalisasi mencakup hampir seluruh kawasan inti Keraton Surakarta. Mulai dari Pagelaran, Sitinggil, Museum Keraton, Bangsal Pradonggo, Sasana Handrawina, kawasan Pakubuwanan, Langen Katong, hingga Keraton Kilen seluas sekitar dua hektare.
"Kalau saya bicara kawasan keraton, itu meliputi Pagelaran, Sitinggil, Kedaton, Museum, Bangsal Pradonggo, Sasana Handrawina, kawasan Pakubuwanan, Langen Katong sampai Keraton Kilen," ujarnya.
Namun, pelaksanaan proyek masih terkendala akses ke sejumlah bangunan yang menjadi bagian dari revitalisasi. LDA menyebut beberapa lokasi strategis, seperti Keputren, Keraton Kulon, dan Ndalem Ageng, masih dalam kondisi terkunci sehingga menghambat proses inventarisasi maupun pekerjaan fisik.
Baca Juga: Ngeblong Lampu Merah Klewer Sukoharjo, Truk Boks Tabrak Sepeda Motor, Pengendara Tewas
Menurut Tedjowulan, sedikitnya lima bangunan yang masih terkunci masuk dalam daftar revitalisasi. Selain itu, kawasan depan Keraton Kulon yang meliputi pendopo, area kunjungan, kolam, hingga Sino Renggo juga menjadi bagian dari proyek.
LDA mengaku telah beberapa kali meminta penyerahan kunci kepada pihak yang menguasai kawasan tersebut. Namun hingga kini permintaan itu belum direspons.
Baca Juga: Taft Oleng Terjang Deretan Gerobak PKL Pasar Tawangsari, Pedagang Siomay Terluka
Karena itu, apabila akses tetap tidak dibuka, LDA menyatakan akan membuka sendiri kawasan yang menjadi objek revitalisasi agar proyek tidak tertunda.
Sementara itu, kubu PB XIV Purbaya membantah telah menerima pemberitahuan terkait rencana pembukaan akses maupun pelaksanaan revitalisasi.
"Belum ada rembug dan surat izin maupun pemberitahuan kepada kami maupun Sinuhun PB XIV (Purbaya)," kata GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani.
Perbedaan sikap kedua kubu tersebut kembali menunjukkan bahwa revitalisasi Keraton Surakarta masih dibayangi persoalan dualisme kepemimpinan yang selama ini mewarnai pengelolaan kawasan cagar budaya tersebut. Meski demikian, LDA memastikan proyek revitalisasi tetap berjalan sesuai rencana. (ves)
Editor : Kabun Triyatno