Tembok Kampung Lusuh Di Laweyan Solo Disulap Jadi Galeri Mural Edukatif

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 18:45 WIB
Tembok rumah warga di Kampung Mutihan RT 03 RW10, Laweyan, Solo dicat mural berisi pesan edukatif, Selasa (21/7). (M IHSAN/RADAR SOLO)
Tembok rumah warga di Kampung Mutihan RT 03 RW10, Laweyan, Solo dicat mural berisi pesan edukatif, Selasa (21/7). (M IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Kampung Mutihan RT 03 RW 10, Kelurahan/Kecamatan Laweyan, Solo mulai mempercantik lingkungan. 

Tidak sekadar memasang umbul-umbul, warga menyulap dinding-dinding kampung menjadi mural penuh pesan edukatif.

Mural yang menghiasi setiap gang tidak hanya mengangkat tema kemerdekaan, tetapi juga memuat ajakan menjaga kebersihan, meningkatkan literasi, melestarikan budaya, hingga membangun karakter anak melalui pesan moral.

Salah seorang warga Agus Eni Vinasari mengatakan, tradisi menghias kampung dengan mural sudah berlangsung sekitar lima tahun.

Baca Juga: Anomali Bisnis Jasa Layanan Anjem di Kampus UNS Solo, Coba Mendobrak Hegemoni Ojol

Setiap menjelang Agustus, tema mural selalu diperbarui agar menghadirkan suasana berbeda.

"Setiap tahun temanya berganti. Tahun lalu temanya kotak-kotak sehingga seluruh tembok seragam, pernah juga mengangkat tema lampion. Tahun ini kami lebih banyak membuat mural berisi pesan-pesan edukasi untuk anak-anak," ujarnya, Selasa (21/7).

Menurut Eni, pemilihan tema tersebut didasari banyaknya anak yang tinggal di lingkungan Kampung Mutihan.

Warga berharap tulisan dan gambar di tembok dapat menjadi media pembelajaran yang mudah dipahami.

Baca Juga: Anomali Bisnis Jasa Layanan Anjem di Kampus UNS Solo: Sistem Sociopreneur Yang Hidupkan Pasar Lokal

"Anak-anak yang awalnya belum tahu, setelah membaca jadi mengerti. Ada pesan agar tidak terlalu sering bermain HP, tidak membuang sampah sembarangan, mengingatkan jam wajib belajar, hingga ajakan berkata sopan. Jadi sekaligus menjadi sarana edukasi," katanya.

Selain mural bertema pendidikan karakter, sejumlah sudut kampung juga dihiasi gambar perjuangan kemerdekaan, tokoh pahlawan, serta motif batik yang menjadi identitas kawasan Laweyan.

Seluruh proses pengecatan dilakukan secara swadaya.

Warga bergotong royong setiap malam seusai bekerja. Kaum bapak bersama Karang Taruna bertugas mengecat tembok, sedangkan ibu-ibu menyiapkan konsumsi bagi peserta kerja bakti.

"Semuanya swadaya warga. Ada yang menyumbang cat, bapak-bapak dan pemuda yang mengecat, ibu-ibu menyiapkan makanan dan minuman. Kerja bakti hampir dilakukan setiap malam sejak akhir Juni," jelasnya.

Baca Juga: Anomali Bisnis Jasa Layanan Anjem di Kampus UNS Solo: Dari Mahasiswa Untuk Mahasiswa

Warga berharap mural-mural tersebut tidak hanya mempercantik lingkungan saat peringatan HUT RI, tetapi juga menjadi ruang publik yang memberi nilai edukasi bagi anak-anak sekaligus menginspirasi kampung lain.

"Harapannya kampung tidak hanya terlihat indah, tetapi juga bisa menjadi media belajar bagi anak-anak melalui gambar dan tulisan yang ada di dinding," ujar Eni. (alf/bun)

 

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
kampung mutihan hut kemerdekaan mural