LDA Bakal Buka Akses Keraton, Kubu PB XIV Purbaya: Jangan Pakai Ancaman

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 17:32 WIB
Keraton Kasunanan Surakarta. (M Ihsan/Radar Solo)
Keraton Kasunanan Surakarta. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Polemik revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali memanas. Kubu Paku Buwono (PB) XIV Purbaya meminta seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan musyawarah, menyusul pernyataan Lembaga Dewan Adat (LDA) yang berencana membuka paksa sejumlah akses kawasan keraton yang masih terkunci.

GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, kakak PB XIV Purbaya, menegaskan revitalisasi seharusnya menjadi momentum memperkuat kebersamaan, bukan memicu konflik baru di lingkungan keraton.

"Selama masih bisa berkomunikasi, berembuk, dan bermusyawarah, kenapa harus ada kekerasan? Mengapa harus selalu dengan paksaan, kekerasan, dan ancaman?" kata Timoer, Rabu (23/7/2026).

Baca Juga: Tagih Angsuran Utang, Petugas Koperasi Dibacok Suami Nasabah di Klaten Selatan

Putri Dalem PB XIII Hangabehi itu menilai komunikasi antara kedua pihak selama ini belum berjalan optimal. Bahkan, ia mengaku tidak pernah menerima undangan untuk membahas rencana revitalisasi maupun persoalan akses sejumlah kawasan keraton.

"Kemarin seperti ada sosialisasi revitalisasi, kami juga tidak mendapatkan undangan untuk berembug," ujarnya.

Menurut Timoer, pihaknya tidak pernah menutup ruang dialog. Ia mengatakan komunikasi dapat dilakukan kapan saja, baik melalui pertemuan langsung maupun sarana komunikasi lain, termasuk telepon dan WhatsApp.

Baca Juga: Gara-Gara Bakar Daun Kering, 15 Hektare Di Bulu Sukoharjo Hangus

"Kan ada WhatsApp saya, ada WA Gusti Kanjeng Ratu. Kan bisa WA untuk sama-sama berembug. Selama ini tidak pernah dilakukan," ungkapnya.

Timoer juga membantah anggapan bahwa kubu PB XIV Purbaya menghambat revitalisasi Keraton Surakarta. Dia menegaskan pihaknya mendukung program pemerintah sepanjang seluruh proses dijalankan sesuai aturan dan melalui komunikasi yang baik.

"Sebenarnya dari pihak kami tidak akan menghalangi revitalisasi dengan pemerintah. Kita senang bisa bekerja sama dengan pemerintah, tetapi dengan koridor-koridor yang benar. Toh tujuannya untuk kebaikan keraton," jelasnya.

Sebab itu, ia berharap persoalan akses menuju sejumlah bangunan di lingkungan keraton dapat diselesaikan melalui musyawarah, mengingat seluruh pihak yang terlibat masih memiliki hubungan keluarga.

"Mengapa harus selalu menggunakan kata-kata ancaman, paksaan, dan kekerasan? Kalau memang kami masih dianggap keluarga, ayolah kita bicara dan duduk bersama baik-baik," tegasnya.

Sebelumnya, revitalisasi 13 titik kawasan Keraton Kasunanan Surakarta ditandai dengan prosesi wilujengan pada Selasa (22/7). Pekerjaan fisik dijadwalkan dimulai Kamis (24/7) dan berlangsung hingga akhir 2026.

Namun, sejumlah lokasi yang masuk dalam proyek revitalisasi masih belum dapat diakses karena pintunya terkunci. Menanggapi kondisi itu, Ketua LDA Keraton Surakarta GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng) menyatakan pihaknya akan membuka seluruh akses, termasuk secara paksa apabila kunci tidak diserahkan.

"Ya itu nanti kita buka semua. Kalau mereka nggak mau buka, ya kita akan buka paksa. Sebetulnya masalah ditutup itu kita sudah selalu ngomong untuk dibuka," kata Gusti Moeng. (ves)

 

Editor : Kabun Triyatno
kekerasan Lembaga Dewan Adat PB XIV Purbaya revitalisasi keraton kasunanan surakarta