Apa Istimewanya Tahir Solo Museum Dibandingkan Tempat Lainnya?

Antonius Christian • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:54 WIB
Fasilitas di Tahir Solo Museum akan terus dilengkapi untuk menunjang unsur art, science, and culture. (M.IHSAN/RADAR SOLO)
Fasilitas di Tahir Solo Museum akan terus dilengkapi untuk menunjang unsur art, science, and culture. (M.IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Tahir Solo Museum tidak hanya menawarkan pengalaman baru melalui koleksi seni, sejarah, dan sains.

Tetapi juga akan menghadirkan pembaruan koleksi secara berkala.

Pengelola menyiapkan sistem peminjaman koleksi selama 6 bulan agar pengunjung selalu mendapatkan pengalaman yang berbeda setiap kali datang.

Pendiri Tahir Foundation Datuk Sri Tahir mengatakan, koleksi yang dipamerkan di museum tersebut tidak akan bersifat permanen.

Sejumlah koleksi akan dipinjamkan selama 6 bulan, kemudian diganti dengan koleksi lain agar museum tetap dinamis.

Baca Juga: Soft Launching Tahir Solo Museum, Datuk Sri Tahir: "Ibu Saya Asli Solo, Hari Ini Anakmu Kembali ke Kampungmu"

"Teorinya koleksi dipinjam 6 bulan, nanti bisa diperpanjang. Untuk koleksi robotik, planet, dan lainnya juga akan terus ada perubahan. Jadi tidak menetap begitu saja, nanti terus ada koleksi baru yang masuk," ujarnya usai soft launching Tahir Solo Museum, Sabtu (25/7/2026).

Tahir mengaku tidak mengikuti secara rinci jumlah keseluruhan koleksi yang dipamerkan.

Namun, dia memastikan pengembangan museum masih akan berlanjut dalam beberapa tahap.

Menurutnya, pembangunan tahap kedua akan difokuskan pada President Center, yang dilengkapi auditorium tertutup maupun ruang terbuka.

Fasilitas tersebut dirancang menjadi lokasi penyelenggaraan seminar, kuliah umum tokoh dunia, hingga pertunjukan seni dan budaya.

"Nanti Pak Wali (Wali Kota Solo Respati Ardi) bisa mengundang peraih Nobel, tokoh-tokoh dunia memberikan ceramah. Bisa juga untuk pertunjukan budaya, baik di ruang terbuka maupun di auditorium," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardi menyebut hibah museum beserta koleksinya menjadi berkah besar bagi Kota Solo.

Menurut dia, Pemkot kini memiliki tanggung jawab untuk memastikan museum dapat dikelola secara optimal.

"Ini berkah bagi warga Solo. Saya hanya melanjutkan perjuangan yang sebelumnya. Perjalanannya masih panjang, tetapi ini menjadi awal yang luar biasa dari Pak Tahir untuk masyarakat Solo," katanya.

Baca Juga: Kalau Emoji Jadi Bahasa, Harus Punya SPOK Dong? Ternyata Ini yang Membuatnya Berbeda

Respati menambahkan, pemerintah segera menyusun regulasi terkait operasional museum, termasuk mekanisme pembukaan untuk masyarakat umum.

Saat ini, Tahir Solo Museum masih memasuki masa uji coba sebelum resmi dibuka secara penuh.

"Kita akan segera atur yang terbaik. Ini milik warga Solo, pemberian dari Pak Tahir, yang dimanfaatkan sebagai pusat pendidikan, wisata, dan kebudayaan. Untuk pembukaan bagi masyarakat umum, segera. Sekarang masih tahap trial," jelasnya.

Dia juga mengungkapkan Tahir Solo Museum akan melengkapi ekosistem permuseuman di Solo yang selama ini telah memiliki Museum Radya Pustaka dan Museum Keris Nusantara.

Ke depan, Pemkot membuka peluang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan.

Terutama Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Respati menjelaskan konsep museum menggabungkan unsur art, science, and culture.

Lantai dasar menghadirkan berbagai wahana teknologi berbasis STEM, lantai tengah menampilkan koleksi fosil dan tata surya, sedangkan lantai atas berisi koleksi seni.

Konsep tersebut diharapkan mampu menjadikan Tahir Solo Museum sebagai destinasi edukasi modern yang melengkapi kekayaan museum di Kota Solo. (atn)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
tahir solo museum istimewa edukasi fasilitas Sarana