RADARSOLO.COM – Tembang dolanan Jawa kembali menggema dengan wajah baru. Melalui konser Svaranusa 2026: Harmoni Makna dalam Jejak Tradisi, puluhan peserta lintas generasi berhasil menghadirkan pertunjukan yang memadukan musik, tari, paduan suara, dan teatrikal dalam satu panggung megah di Auditorium Sarsito Mangoenkoesoemo RRI Solo, Sabtu (25/7) malam.
Tak sekadar menjadi hiburan, pagelaran yang digagas Sandhyakala Citra Budaya bersama Gistara Community dan Sakéca Ansambel itu menjadi upaya memperkenalkan kembali tembang dolanan kepada generasi muda melalui kemasan yang lebih modern dan dekat dengan perkembangan zaman.
Baca Juga: Sapi Perah Jadi Ladang Cuan Sekaligus Selamatkan Pedet di Bulukerto Wonogiri
Direktur Program Svaranusa, Antonia Filicia Esa Rindi, mengatakan Svaranusa dirancang sebagai ruang kolaborasi berbagai cabang seni pertunjukan. Dalam satu konser, penonton disuguhi perpaduan paduan suara, musik combo, orkestra, seni tari, hingga teatrikal yang saling melengkapi.
"Svaranusa sendiri adalah kolaborasi kesenian antara paduan suara, musik combo, orkestra, teatrikal, dan juga seni tari," ujarnya.
Sebanyak 11 tembang dolanan legendaris Jawa dibawakan dengan aransemen baru tanpa menghilangkan makna yang terkandung di dalamnya. Lagu-lagu seperti Padang Bulan, Pitik Tukong, Kidang Talun, Cublak-Cublak Suweng, Gundul-Gundul Pacul, Dondong Apa Salak, hingga Sluku-Sluku Bathok tampil lebih segar melalui sentuhan harmoni vokal dan musik modern.
Baca Juga: Siap Terjun di Event Internasional, Saka Pariwisata Boyolali Rekrut Angkatan Baru Gen Z
Menurut Antonia, pembaruan aransemen menjadi strategi agar tembang dolanan tetap relevan di tengah perubahan selera musik generasi muda.
"Mereka menyanyikan ulang 11 tembang dolanan dalam versi yang lebih kekinian dengan aransemen vokal yang lebih fresh. Konser ini digelar dalam dua sesi, pukul 18.00 WIB dan pukul 20.00 WIB," jelasnya.
Konser tersebut melibatkan peserta dari berbagai jenjang usia, mulai anak taman kanak-kanak, pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa, hingga peserta dewasa. Keterlibatan lintas generasi itu menjadi bukti bahwa tembang dolanan masih memiliki ruang di hati masyarakat.
Baca Juga: Leher Terjerat Kabel WiFi yang Menjuntai di Purwosari Wonogiri, Pemotor Terjatuh hingga Hidung Retak
Salah satu peserta, Jojo, siswa kelas II SD, mengaku senang dapat tampil membawakan beberapa lagu dolanan di hadapan ratusan penonton.
"Tadi nyanyi Kidang Talun, Pitik Tukong, dan Cublak-Cublak Suweng. Senang rasanya, enggak gugup kok, sudah biasa," ujarnya sambil tersenyum.
Melalui konsep kolaboratif yang memadukan tradisi dengan sentuhan modern, Svaranusa 2026 membuktikan bahwa tembang dolanan Jawa tetap mampu memikat generasi muda. Lebih dari sekadar konser, pagelaran ini menjadi ruang edukasi budaya yang memperkenalkan kembali nilai-nilai tradisi melalui pertunjukan yang kreatif, atraktif, dan relevan dengan perkembangan zaman. (atn)
Editor : Kabun Triyatno