RADARSOLO.COM – Rencana pembangunan pagar di sisi timur Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bonoloyo pada 2027 menuai sorotan Komisi III DPRD Kota Solo. Legislator menilai anggaran sekitar Rp 600 juta yang semula disiapkan untuk membangun pagar lebih tepat dialihkan untuk pembangunan drainase guna mengatasi genangan air yang kerap merendam area pemakaman saat musim hujan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Solo Y.F. Sukasno mengatakan, pembangunan pagar belum menjadi kebutuhan mendesak. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, batas antara TPU Bonoloyo dan area makam milik yayasan sudah jelas karena dipisahkan oleh jalan.
Baca Juga: Live Streaming Diduga Jadi Ajang Janjian Tawuran, 12 Remaja Diamankan Tim Sparta
"Kalau melihat kondisi di lapangan, kami tidak sependapat jika anggaran digunakan untuk pembangunan pagar. Justru kalau dipagar kawasan akan terlihat semakin sempit, sementara fungsinya juga tidak terlalu dibutuhkan," ujarnya.
Menurut Sukasno, persoalan yang jauh lebih mendesak adalah belum tersedianya saluran drainase di sisi timur TPU Bonoloyo. Kondisi tersebut membuat limpasan air hujan dari badan jalan yang posisinya lebih tinggi langsung mengalir ke area makam sehingga kerap menimbulkan genangan.
Karena itu, Komisi III mengusulkan agar anggaran pembangunan pagar dialihkan untuk membangun drainase di sepanjang sisi timur TPU Bonoloyo. Saluran tersebut diharapkan mampu mengalirkan air langsung ke saluran pembuangan sehingga tidak lagi masuk ke kawasan pemakaman.
Baca Juga: Merasa Tidak Pantas Meski Berprestasi? Ini Penyebab Impostor Syndrome yang Jarang Disadari
"Kalau dibuat drainase, air bisa langsung mengalir ke saluran yang ada dan tidak masuk ke makam. Manfaatnya tentu jauh lebih besar bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Solo, Nico Agus Putranto, menjelaskan pembahasan KUA-PPAS APBD 2027 memang memasukkan rencana pembangunan pembatas kawasan TPU Bonoloyo. Namun, pihaknya juga mengakui pembangunan drainase menjadi prioritas utama karena hingga kini kawasan tersebut belum memiliki saluran pembuangan air yang memadai.
"Yang kami rencanakan sebenarnya pembatas kawasan berupa pagar sekaligus drainase. Tetapi kondisi yang lebih mendesak saat ini adalah drainasenya karena di lokasi itu memang belum ada saluran," jelas Nico.
Ia menjelaskan, kontur jalan di sisi utara dan timur TPU Bonoloyo lebih tinggi sehingga saat hujan deras air langsung mengalir ke area makam. Pembangunan drainase ditujukan untuk mengalihkan limpasan air tersebut ke saluran utama di tepi jalan sehingga tidak lagi menggenangi kompleks pemakaman.
Menurut Nico, drainase yang direncanakan memiliki panjang sekitar 300 meter dengan lebar sekitar 40 sentimeter. Anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 400 juta dan telah diusulkan dalam pembahasan KUA-PPAS APBD 2027.
"Harapannya air tidak lagi masuk ke area pemakaman, tetapi langsung mengalir ke saluran di jalan besar sehingga alirannya lebih lancar," pungkasnya. (atn)