Taman Gesang Bakal Direvitalisasi Jadi Pusat Wisata Musik Keroncong, Jepang Siap Turun Tangan

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 14:25 WIB
Pewakilan Jepang bertemu dengan Wali Kota Solo Respati Ardi. (Humas Pemkot Solo)
Pewakilan Jepang bertemu dengan Wali Kota Solo Respati Ardi. (Humas Pemkot Solo)

RADARSOLO.COM – Rencana revitalisasi Taman Gesang kembali menemukan titik terang. Pemerintah Kota Solo memastikan penataan kawasan yang berada di kompleks Perumda Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) atau Solo Safari itu akan dikerjakan tanpa membebani APBD. Pendanaan disiapkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), terutama dari perusahaan-perusahaan Jepang yang mengagumi karya maestro keroncong Gesang Martohartono.

Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan dukungan tersebut menguat setelah adanya pertemuan dengan Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Jepang (PPIJ) beserta sejumlah perwakilan perusahaan Jepang.

Baca Juga: Negara Merugi Rp2,1 Miliar, Uang Pembayaran Pupuk Bersubsidi Masuk Kantong 2 Oknum Pegawai PT Aneka Karya Boyolali (Perseroda)

"Seperti yang sudah kami rencanakan sebelumnya, kami juga meminta bantuan untuk merevitalisasi Taman Gesang. Ada dukungan dari Panasonic dan beberapa perusahaan Jepang yang sangat mengapresiasi karya-karya Gesang. Penataan ini tidak menggunakan APBD. Kami juga membuka peluang bagi perusahaan dalam negeri yang ingin ikut membantu melestarikan Taman Gesang," ujar Respati di Balai Kota Solo, Rabu (29/7/2026).

Menurut Respati, revitalisasi akan difokuskan untuk mengembalikan wajah Taman Gesang seperti konsep awalnya. Penataan tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali kawasan itu sebagai ruang publik sekaligus pusat kegiatan seni dan budaya.

Pemkot berharap proses revitalisasi dapat segera dimulai meski jadwal pelaksanaannya masih menunggu kesiapan seluruh pihak yang terlibat.

Baca Juga: Bikin Bangga Jateng, Ibrahim Al Abrar Siswa SD Asal Boyolali Peraih Pengakuan NASA Dapat Hadiah Laptop dari Gubernur Luthfi

"Terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Kami ingin segera mengeksekusi penataan ini. Pak Mozu Shohei juga membawa beberapa perusahaan Jepang yang siap membantu revitalisasi Taman Gesang," katanya.

Tidak hanya mempercantik kawasan, Taman Gesang nantinya diproyeksikan menjadi lokasi penyelenggaraan Gesang Music Festival, sebuah agenda budaya yang digagas bersama komunitas pecinta musik Gesang di Jepang.

Pengurus PPIJ sekaligus Direktur Panasonic Gobel, Widyastama Nugraha, mengatakan kedatangannya ke Solo bersama komposer asal Jepang, Mozu Shohei, bukan sekadar berziarah ke makam Gesang, tetapi juga membahas peluang kerja sama pelestarian warisan budaya tersebut.

Baca Juga: Terlibat Aksi Tarik-menarik, Penghuni Kos di Wonogiri Bekuk Pelaku Pencurian Dompet

Menurutnya, Mozu Shohei telah lama menjadi bagian dari komunitas pecinta musik Gesang di Jepang dan aktif memperkenalkan karya-karya sang maestro sejak dekade 1990-an.

"Kami membawa tamu dari Jepang, Mr. Mozu Shohei, yang merupakan sahabat Indonesia sejak era 1990-an. Beliau adalah komposer terkenal di Jepang dan aktif mengumpulkan komunitas pecinta musik Gesang. Selain bersilaturahmi, kami juga mengusulkan penyelenggaraan Gesang Music Festival bersama Pemerintah Kota Solo," ujar Widyastama.

Ia menilai festival tersebut tidak hanya menjadi ajang pelestarian musik keroncong, tetapi juga berpotensi mempererat hubungan budaya Indonesia-Jepang sekaligus membuka peluang investasi perusahaan-perusahaan Jepang di Kota Solo.

Dengan dukungan komunitas budaya dan sektor swasta, Pemkot Solo berharap Taman Gesang kembali menjadi ikon wisata budaya sekaligus ruang apresiasi bagi pecinta musik keroncong dari dalam maupun luar negeri. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
Taman Gesang maestro keroncong Gesang ruang publik revitalisasi