Tak Hanya Kejar Kuantitas Wisatawan, Solo Fokus Bangun Wellness Tourism Berbasis Budaya

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 17:13 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi
Wali Kota Solo Respati Ardi

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai mengubah arah pembangunan sektor pariwisata. Tak lagi sekadar mengejar tingginya jumlah kunjungan wisatawan, Pemkot kini menitikberatkan pada kualitas pengalaman wisata melalui konsep wellness tourism berbasis budaya.

Komitmen tersebut akan diwujudkan melalui Festival Sedaya yang dijadwalkan berlangsung pada 2–6 November 2026. Event ini diproyeksikan menjadi salah satu agenda unggulan untuk memperkuat citra Solo sebagai destinasi wisata budaya yang menghadirkan pengalaman bermakna bagi pengunjung.

Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, Solo memiliki modal budaya yang kuat untuk mengembangkan konsep wellness tourism, yakni wisata yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menghadirkan ketenangan, pembelajaran, dan pengalaman yang memperkaya nilai kehidupan.

Baca Juga: ART Gondol Emas dan Uang Rp 134 Juta, Modus Pakai Kantong Sampah

"Hari ini kita sedang bertransformasi membangun infrastruktur sumber daya manusia. Karena itu kita membutuhkan event yang tidak hanya ramai dan mengejar jumlah pengunjung, tetapi event yang meaningful, memiliki nilai edukasi, dan mampu membangun identitas kota," ujarnya saat Sosialisasi Program Sedaya di Taman Balekambang, Kamis (30/7/2026).

Menurut Respati, perubahan gaya hidup masyarakat, perkembangan teknologi, hingga tantangan global justru menjadi peluang bagi Solo untuk memperkuat identitas sebagai kota budaya.

Baca Juga: Jambret yang Gasak Kalung Anak TK di Siswodipuran Boyolali Dibekuk, Ternyata Sudah 4 Kali Dipenjara

Sebab itu, Festival Sedaya dirancang sebagai ruang yang menghubungkan seni, tradisi, dan kreativitas dalam satu ekosistem pariwisata yang mengedepankan keseimbangan fisik, mental, dan spiritual.

"Perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup, hingga tantangan global menjadi momentum bagi Solo untuk memperkuat identitas budayanya sebagai daya tarik wisata. Event seperti ini menjadi cara kita mempromosikan Solo sebagai kota budaya dan pariwisata," katanya.

Respati menegaskan, pengembangan pariwisata ke depan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap agenda wisata diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Baca Juga: Salut! 150 Kampung Bebas Asap Rokok Berdiri di Solo Dalam 11 Tahun Terakhir

Dia meminta penyelenggara memastikan Festival Sedaya berkelanjutan dan memberi dampak bagi pelaku seni, UMKM, hingga sektor ekonomi kreatif.

Festival Sedaya tahun ini mengusung tema "Membangun Masa Depan yang Berakar Tradisi: Harmoni Loro Blonyo untuk Kota Surakarta."

"Kami berharap konsep tersebut mampu memperkuat posisi Solo sebagai destinasi wellness tourism berbasis budaya yang menawarkan pengalaman otentik sekaligus memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat," tegas Respati. (ves)

 
 
 
Editor : Kabun Triyatno
Festival Sedaya event wellness tourism ekosistem pariwisata