Puluhan Siswa SD Al Abidin Solo Diduga Keracunan MBG, Satgas Terjun Investigasi

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 14:46 WIB
SDII Al Abidin Solo (alabidin.sch.id)
SDII Al Abidin Solo (alabidin.sch.id)

RADARSOLO.COM - Puluhan siswa SD Al Abidin Solo diduga mengalami keracunan dari menu program makan bergizi gratis (MBG). Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bergerak cepat menyelidiki kasus tersebut. Sampel menu MBG langsung diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Solo untuk memastikan sumber penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Hingga Jumat (31/7), Satgas MBG Kota Solo mencatat 43 siswa terindikasi mengalami gejala keracunan. Namun, pemerintah belum menyimpulkan apakah penyebabnya berasal dari menu MBG yang dibagikan atau makanan lain yang dikonsumsi siswa, termasuk dari kantin sekolah.

Baca Juga: KPPG Semarang Sebut Keracunan MBG di Wonogiri Bisa karena Faktor Internal-Eksternal

Berdasarkan informasi yang dihimpun, gejala awal muncul dua hingga tiga hari lalu. Seorang siswa mengeluhkan sakit perut dan muntah. Dalam beberapa hari berikutnya, keluhan serupa dialami siswa lain hingga jumlahnya terus bertambah.

Camat Banjarsari Priyadi membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, Satgas MBG Kota Solo langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan investigasi.

"Benar ada kejadian dugaan keracunan. Namun kami belum bisa memastikan apakah penyebabnya dari MBG atau makanan lainnya. Satgas MBG langsung turun melakukan penanganan," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga: Imbas Kasus Keracunan dan Pelanggaran SOP, Operasional 5 SPPG di Klaten Diberhentikan Sementara

Wakil Ketua Satgas MBG Kota Solo Purwanti mengatakan, sampel makanan MBG telah diambil untuk diuji di Labkesda. Hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar penentuan sumber penyebab dugaan keracunan tersebut.

"Menu MBG sudah kami ambil sampelnya dan saat ini sedang diperiksa di Labkesda. Kami belum bisa menyimpulkan apakah penyebabnya berasal dari MBG atau makanan lain," katanya.

Menurut Purwanti, apabila hasil laboratorium menunjukkan sumbernya berasal dari MBG, evaluasi akan difokuskan pada penerapan standar operasional prosedur (SOP) penyediaan makanan. Sebaliknya, jika penyebabnya berasal dari makanan di luar program MBG, pengawasan keamanan pangan di lingkungan sekolah juga akan menjadi perhatian.

Baca Juga: Aduan Temuan Ulat di Menu MBG Masuk ULAS, Pemkot Solo Turun Tangan Periksa SPPG

"Kalau hasilnya dari MBG, berarti SOP penyediaan makanan harus diperketat. Kalau bukan, maka keamanan pangan di sekolah, termasuk makanan yang dijual atau dikonsumsi siswa di luar MBG, juga harus dievaluasi bersama," tegasnya.

Saat ini Pemkot Solo masih menunggu hasil uji laboratorium sebelum menetapkan penyebab pasti insiden tersebut. Sementara itu, kondisi para siswa terus dipantau dan penelusuran riwayat makanan yang dikonsumsi korban juga dilakukan untuk memastikan sumber kontaminasi.

 

Editor : Kabun Triyatno
satgas mbg SD Al Abidin Solo Mbg keracunan