Pemkot Solo Siap Dukung Event Wilayah, Seni Budaya Dinilai Hidupkan Ekonomi Lokal

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 15:46 WIB
Event SIFA di Pura Mangkunegaran Solo.
Event SIFA di Pura Mangkunegaran Solo.

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memastikan akan terus mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan seni dan budaya di tingkat kecamatan maupun kelurahan. Selain menjadi ruang pelestarian budaya, event semacam itu dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM dan industri kreatif.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani setelah menghadiri dua festival budaya yang digelar di Kecamatan Banjarsari dan Kecamatan Laweyan pada akhir pekan lalu.

Baca Juga: Diperiksa KPK, Plt Bupati Sukoharjo: Saya Hanya Tiga Kali Bicara Empat Mata dengan Etik

Di Banjarsari, kegiatan dipusatkan di Taman Balekambang, sedangkan Kecamatan Laweyan menggelar Laweyan Ing Budoyo di halaman Kantor Kelurahan Sondakan. Kedua agenda itu menampilkan beragam pertunjukan seni dari seluruh kelurahan di masing-masing kecamatan.

Astrid menilai antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan berbasis budaya masih memiliki daya tarik tinggi sekaligus menjadi wadah memperkuat kebersamaan warga.

"Sabtu pagi saya hadir di Banjarsari dan Sabtu malam di Laweyan. Ini menjadi bukti kekompakan masyarakat. Tidak hanya menampilkan seni budaya khas Solo, tetapi juga memperlihatkan kreativitas dan semangat kebersamaan. Mudah-mudahan bisa menjadi agenda rutin," ujarnya.

Baca Juga: Gagalkan Aksi Vandalisme di Area Sekolah, Polisi Amankan 22 Alumni dan 18 Kaleng Pilox

Astrid menegaskan, Pemkot Solo akan terus memberikan dukungan, termasuk melalui alokasi anggaran, agar kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan.

Menurutnya, festival seni budaya tidak hanya berfungsi sebagai panggung hiburan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya pelestarian tradisi dengan pengembangan ekonomi kreatif.

"Secara pribadi saya mendampingi Mas Wali yang sangat mencintai budaya. Dukungan bisa melalui anggaran pemerintah maupun kolaborasi dengan berbagai pihak. Potensi budaya Solo sangat besar dan semoga semakin banyak pihak yang ikut mengembangkan kegiatan serupa di Surakarta," katanya.

Ia berharap semakin banyak agenda seni budaya yang lahir dari masyarakat karena dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku seni, tetapi juga sektor ekonomi lokal.

Baca Juga: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Ini Daftar Wilayah yang Bisa Melihat, Indonesia Masuk atau Tidak?

Festival yang digelar di tingkat kecamatan juga memberi ruang bagi pelaku usaha mikro untuk memasarkan produknya. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat memadati lokasi acara dan berbelanja di stan kuliner maupun produk UMKM yang disediakan warga.

Camat Laweyan Isnan Wihartanto mengatakan, Laweyan Ing Budoyo memang dirancang sebagai ajang menampilkan potensi setiap kelurahan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Selain pertunjukan seni, kegiatan tersebut menghadirkan puluhan gerai UMKM serta berbagai doorprize bagi pengunjung.

"Laweyan Ing Budoyo memberikan kesempatan kepada setiap kelurahan untuk menunjukkan potensinya. Ada juga gerai UMKM yang diikuti masyarakat. Kegiatan ini akan kami upayakan menjadi agenda rutin agar dapat membantu seniman, pelaku usaha, industri kreatif, sekaligus masyarakat," jelas Isnan.

Pemkot berharap semakin banyak event seni budaya yang tumbuh di tingkat wilayah. Dengan demikian, pelestarian budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat serta penguatan identitas Kota Solo sebagai kota budaya. (ves)

 
 
 
Editor : Kabun Triyatno
event seni dan budaya festival industri kreatif tradisi