RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menegaskan komitmennya memastikan Anak dengan HIV/AIDS (ADHA) memperoleh hak yang sama seperti anak-anak lainnya. Mulai dari akses pendidikan, lingkungan yang aman, tempat tinggal yang layak, hingga kesempatan bekerja saat memasuki usia produktif.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Solo Respati Ardi saat menghadiri kegiatan menanam sayuran bersama anak-anak dampingan Yayasan Lentera di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Sabtu (1/8).
Dalam kesempatan itu, Respati menegaskan Pemkot akan terus bersinergi dengan Yayasan Lentera untuk menciptakan ruang tumbuh yang inklusif bagi anak-anak penyandang HIV/AIDS.
Baca Juga: Diperiksa KPK, Plt Bupati Sukoharjo: Saya Hanya Tiga Kali Bicara Empat Mata dengan Etik
Selain memperoleh pendidikan formal, mereka juga akan difasilitasi mengikuti berbagai pelatihan keterampilan, termasuk di Solo Technopark, sebagai bekal memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
"Kami ingin memastikan anak-anak ini tumbuh dengan kesempatan yang sama. Mereka berhak mendapatkan pendidikan, tempat tinggal yang aman, lingkungan yang mendukung, hingga kesempatan bekerja ketika dewasa nanti. Jangan sampai ada stigma yang menghambat masa depan mereka," tegas Respati.
Respati menilai, tantangan terbesar yang masih dihadapi penyandang HIV/AIDS bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan juga stigma dan diskriminasi di tengah masyarakat.
Baca Juga: Tampung Ribuan Siswa Kurang Mampu, Pemkab Sukoharjo Dukung Penuh Keberlangsungan SRT 1 di Jombor
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan pemahaman mengenai HIV agar tidak lagi muncul ketakutan maupun perlakuan diskriminatif terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) maupun ADHA.
"Yang pertama harus kita lakukan adalah mengedukasi masyarakat bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sehari-hari. Edukasi ini sangat penting agar stigma bisa dihilangkan," ujarnya.
Menurut Respati, lingkungan yang menerima dan mendukung akan memberi ruang bagi anak-anak untuk tumbuh lebih percaya diri serta mengembangkan potensi mereka.
Pada kegiatan tersebut, Respati bersama pengurus Yayasan Lentera dan pegiat lingkungan ikut menanam bibit sayuran bersama anak-anak.
Suasana berlangsung hangat ketika wali kota mengajak mereka belajar bercocok tanam sekaligus mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.
Ia menilai aktivitas seperti urban farming tidak hanya mengajarkan keterampilan praktis, tetapi juga membentuk karakter, tanggung jawab, dan rasa percaya diri anak.
"Kami mengajak anak-anak belajar urban farming di Taman Winasis milik Pemerintah Kota Solo. Di sana mereka bisa belajar budidaya tanaman pangan, bioflok lele, hingga berbagai praktik ketahanan pangan yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari," katanya.
Ketua Yayasan Lentera Solo Yunus Prasetyo mengapresiasi perhatian yang diberikan Pemkot Surakarta kepada anak-anak dampingan yayasan.
Menurutnya, kehadiran langsung wali kota menjadi bentuk dukungan moral sekaligus menunjukkan bahwa anak-anak ADHA memiliki masa depan yang perlu diperjuangkan bersama.
Selain berkebun, kegiatan tersebut juga diisi edukasi pengelolaan sampah dan praktik penggunaan komposter untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk.
"Program ini menjadi bagian dari pengembangan kebun sirkular yang menggabungkan edukasi lingkungan, ketahanan pangan, serta pemberdayaan anak-anak dalam ruang yang inklusif," ujar Yunus.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemkot Solo berharap anak-anak dengan HIV/AIDS tidak hanya memperoleh perlindungan dan akses pendidikan, tetapi juga kesempatan mengembangkan keterampilan hidup sehingga mampu tumbuh mandiri dan berdaya saing di masa depan. (ves)
Editor : Kabun Triyatno