Peringatan HAN ke-42 di Solo: Belasan SMP Unjuk Kebolehan dalam Lomba Tari Tradisional di Loji Gandrung

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 17:06 WIB
 Lomba Tari Tradisional Kreasi Nusantara yang digelar di Rumah Dinas Loji Gandrung, Minggu (2/8/2026). (ALFIDA/RADAR SOLO)
Lomba Tari Tradisional Kreasi Nusantara yang digelar di Rumah Dinas Loji Gandrung, Minggu (2/8/2026). (ALFIDA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kota Solo dimeriahkan dengan berbagai agenda kegiatan positif.

Salah satunya Lomba Tari Tradisional Kreasi Nusantara yang digelar di Rumah Dinas Loji Gandrung, Minggu (2/8/2026).

Perhelatan yang diikuti sekitar 15 SMP se-Kota Solo tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk unjuk bakat sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaan bangsa.

Baca Juga: Heboh Pemasangan Pagar di Pakuwon Mall Solo Baru, Manajemen Tegaskan Murni untuk Perbaikan dan Keamanan

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surakarta Rosalia Esther Dini Kesuma menegaskan, perayaan HAN bukan sebatas agenda seremonial tahunan.

Melainkan pengingat mendasar bahwa setiap anak berhak untuk tumbuh, berkembang, mendapatkan perlindungan, serta didengar suaranya dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang.

"Anak-anak sedang mendongengkan indahnya keberagaman Indonesia melalui gerak tari. Mereka mencintai budayanya agar tidak kehilangan akar di tengah arus modernisasi," ujar Rosalia.

Menurut Rosalia, melalui seni tari tradisional, anak-anak tidak sekadar memamerkan keterampilan olah tubuh.

Tetapi juga diajak mengenali identitas budaya, mengekspresikan imajinasi, serta memupuk kepercayaan diri dan jiwa sportivitas sebagai bekal menatap masa depan.

Ketua Panitia Angga Prasetyo menjelaskan, agenda kali ini mengusung tema Kreativitas Tanpa Batas Menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Ditinggal Arisan Keluarga, Rumah di Tawangmangu Karanganyar Ludes Dilalap Api

Kompetisi tari yang dimulai sejak Minggu pagi ini diikuti secara antusias oleh perwakilan sekitar 15 sekolah jenjang SMP di Kota Solo.

"Harapan kami adik-adik terus berkreativitas, menggali bakat, dan meningkatkan keterampilan sehingga kelak menjadi generasi emas penerus bangsa, baik melalui kesenian, kebudayaan, maupun pendidikan," terang Angga.

Ia menaruh harapan besar agar Solo senantiasa memperkuat predikatnya sebagai kota layak anak, kota pelindung anak, sekaligus kota ramah anak yang patut menjadi percontohan di tingkat nasional.

Baca Juga: Genjot Digitalisasi Pajak, Pembayaran PBB-P2 Lewat QRIS di Wonogiri Melonjak Hingga Juli 2026

Pada kesempatan tersebut, pihak panitia mengumumkan deretan pemenang Lomba Tari Tradisional Kreasi Nusantara:

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Solo Siti Daryatini menuturkan, pemenuhan perlindungan anak merupakan tanggung jawab kolektif lintas elemen—mulai dari pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga media massa.

"Pemerintah Kota Surakarta terus berkomitmen mewujudkan kota yang benar-benar ramah anak melalui penguatan layanan pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, ruang bermain yang aman, serta peningkatan partisipasi anak dalam pembangunan," pungkas Siti. (alf)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
han ke-42 kota solo lomba tari tradisional loji gandrung hari anak nasional