Dapur MBG SDII Al Abidin Disuspensi Sementara, Pemkot Solo Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Antonius Christian • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 15:37 WIB
Komisi IV DPRD Solo sidak ke SDII Al Abidin Solo. (Alfida Nurcholisah/Radar Solo)
Komisi IV DPRD Solo sidak ke SDII Al Abidin Solo. (Alfida Nurcholisah/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo belum mengambil kesimpulan terkait dugaan keracunan masal yang dialami ratusan siswa SDII Al Abidin Solo. Pemkot memilih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menentukan langkah lanjutan, termasuk menyampaikan rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) apabila terbukti berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan seluruh keputusan akan didasarkan pada hasil uji laboratorium agar penanganan dilakukan secara objektif dan tepat sasaran.

Baca Juga: Puluhan Siswa SD Al Abidin Solo Diduga Keracunan MBG, Satgas Terjun Investigasi

"Kami masih menunggu hasil laboratorium. Jika nanti terbukti, kami akan menyurati BGN agar melakukan review terhadap dapur penyedia maupun rantai pasok bahan makanannya. Semua akan kami sampaikan berdasarkan data yang faktual," ujar Respati.

Menurutnya, hasil laboratorium akan menjadi dasar untuk mengetahui sumber persoalan sekaligus menentukan bentuk evaluasi yang diperlukan. Apabila ditemukan adanya kelalaian dalam proses penyediaan makanan, Pemkot akan memberikan teguran dan melaporkan temuan tersebut kepada BGN.

"Kalau sudah ada pembuktiannya, tentu langsung kita tegur. Semua akan dicek, kemudian hasilnya kami laporkan. Yang terpenting sekarang menunggu hasil laboratorium agar jelas letak permasalahannya," tegasnya.

Baca Juga: Bukan Cuma Musik Klasik, Ini yang Bikin Orkestra Menarik

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo Budi Murtono mengungkapkan, dapur penyedia MBG yang melayani SDII Al Abidin telah dihentikan sementara operasionalnya sebagai bagian dari proses evaluasi.

Menurut Budi, penghentian sementara tersebut merupakan kebijakan penyelenggara sambil menunggu hasil investigasi dan pembenahan sistem.

Baca Juga: MBG Kembali Berjalan, Harga Telur Ayam Peternak Lokal di Sragen Masih Anjlok

"Informasi terakhir yang saya terima, dapurnya disuspensi atau ditutup sementara. Sampai kapan saya belum mendapat laporan. Yang saya dengar penutupan itu dilakukan untuk evaluasi dan pembenahan," katanya.

Meski demikian, Budi menegaskan program MBG bagi para siswa tidak boleh terhenti. Pemkot berharap penyelenggara segera menyiapkan skema layanan pengganti agar hak peserta didik tetap terpenuhi.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan ialah mengalihkan distribusi makanan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdekat.

"Anak-anak tidak boleh kehilangan haknya mendapatkan program makan bergizi. Kemungkinan nanti akan dicarikan layanan dari SPPG terdekat, tetapi mekanismenya masih menunggu laporan lebih lanjut," ujarnya.

Pemkot Solo juga terus memantau perkembangan kondisi para siswa yang sempat mengalami keluhan kesehatan. Namun hingga kini, pemerintah belum menerima laporan terbaru mengenai jumlah siswa yang masih menjalani perawatan maupun perkembangan kesehatannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan siswa SDII Al Abidin mengalami keluhan seperti mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi makanan dari berbagai sumber, termasuk menu MBG, kantin sekolah, bekal dari rumah, maupun jajanan di luar sekolah. Karena sumber konsumsi siswa berbeda-beda, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan.

Saat ini sampel makanan dan minuman telah diperiksa di laboratorium. Hasil uji tersebut akan menjadi dasar pemerintah menentukan sumber penyebab insiden sekaligus langkah evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Solo. (atn)

 

Editor : Kabun Triyatno
keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) uji laboratorium investigasi dapur