RADARSOLO.COM – Korban kebakaran Asrama Polisi (Aspol) Panularan, Kecamatan Laweyan, memilih menolak tawaran hunian sementara berupa rumah susun (rusun) dari Pemerintah Kota Surakarta. Mereka berharap mendapat bantuan dana untuk menyewa rumah karena dinilai lebih sesuai dengan kondisi para korban yang mayoritas lanjut usia (lansia) dan kehilangan seluruh harta benda akibat kebakaran.
Sebagian penyintas kini bertahan di aula Aspol Panularan setelah sebelumnya sempat mengungsi di Loji Gandrung. Mereka mengaku masih menunggu kepastian solusi tempat tinggal jangka menengah.
Salah satu korban, Eko Agung Supriadi, mengatakan Pemkot Surakarta telah menawarkan unit rusun di Manahan, Baron, Mangkubumen, Jebres, dan Mojosongo. Namun, seluruh unit yang tersedia berada di lantai atas sehingga dinilai tidak layak bagi para penghuni yang sebagian besar berusia lanjut.
Baca Juga: Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Aspol Panularan, Dugaan Sementara Karena Obat Nyamuk Bakar
"Pemkot menawari rusun di Manahan, Baron, Mangkubumen, Jebres, dan Mojosongo. Semuanya di lantai atas, padahal hampir seluruh korban terdampak merupakan lansia," ujar Eko, Selasa (4/8).
Karena pertimbangan tersebut, para korban sepakat menolak seluruh tawaran rusun dan memilih kembali ke aula Aspol sambil menunggu solusi yang lebih memungkinkan.
"Bukannya kami tidak mau, tetapi kondisinya memang tidak memungkinkan. Akhirnya kami sepakat kembali ke aula Aspol," katanya.
Menurut Eko, kebutuhan logistik sehari-hari selama ini banyak terbantu dari masyarakat, relawan, dan berbagai pihak. Namun, persoalan utama yang kini dihadapi adalah tempat tinggal sementara, terutama bagi penghuni yang telah purna tugas dari kepolisian.
Baca Juga: Korban Kebakaran Aspol Panularan Solo Ngungsi Di Loji Gandrung
Ia berharap pemerintah dapat memberikan kompensasi berupa uang sewa rumah sehingga para korban memiliki waktu untuk memulihkan kondisi ekonomi keluarga.
"Sebenarnya kami hanya meminta kompensasi, berapa pun nominalnya, minimal untuk mengontrak rumah selama satu tahun. Biar kami bisa memulai lagi karena semua harta benda habis terbakar," ujarnya.
Selain kehilangan tempat tinggal, kebakaran juga menghancurkan sumber mata pencaharian sejumlah korban. Barang dagangan, peralatan usaha, hingga perlengkapan rumah tangga ikut ludes dilalap api.
Eko menambahkan, mayoritas penghuni Aspol Panularan merupakan anggota Polri yang telah purnatugas. Hanya dua penghuni yang masih aktif berdinas sehingga mereka khawatir tidak memiliki tempat tinggal apabila nantinya tidak dapat kembali menempati asrama.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani memastikan Pemkot terus berupaya mencarikan solusi terbaik bagi para penyintas. Saat meninjau korban di Aspol Panularan, Senin (3/8), Astrid mengatakan pemerintah akan terus berkoordinasi untuk menyediakan hunian sementara yang lebih sesuai dengan kondisi para korban.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Beberapa korban memang mengalami luka, tetapi kondisinya sudah membaik. Sebagian tinggal di rumah kerabat, sedangkan sebagian lainnya masih berada di aula Aspol," kata Astrid.
Ia mengakui tawaran rusun belum dapat dimanfaatkan karena unit yang tersedia berada di lantai empat, sementara sebagian besar penyintas merupakan lansia.
"Hasil koordinasi kemarin memang ditawarkan rusun, tetapi lokasinya di lantai empat. Kondisi itu tentu menjadi pertimbangan karena mayoritas korban sudah lanjut usia," ujarnya.
Pemkot, lanjut Astrid, akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari alternatif hunian yang lebih ramah bagi lansia. Selain tempat tinggal, pemerintah juga menyiapkan bantuan sosial melalui Dinas Sosial serta program-program lain untuk mendukung proses pemulihan korban.
"Mudah-mudahan segera ada bantuan dari berbagai pihak. Pemerintah Kota Surakarta juga terus mengupayakan bantuan melalui Dinas Sosial dan program lainnya agar para korban dapat melalui masa pemulihan dengan lebih baik," pungkasnya. (
Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardianto mengatakan, pemkot akan kembali berkoordinasi dengan Polresta Surakarta untuk mencari solusi terbaik bagi para korban.
"Kalau memang ada kendala, nanti kita komunikasikan bersama Polresta. Kita akan sesuaikan karena beliau-beliau merupakan purnawirawan Polri," kata Respati. (ves/atn)
Editor : Kabun Triyatno