RADARSOLO.COM - Video Pusat Grosir Solo (PGS) yang resmi tutup viral di media sosial (medsos).
Potongan-potongan video yang menunjukkan momen-momen terakhir para pedagang pamit dari PGS banyak beredar di TikTok.
Dalam salah satu video yang diunggah akun TikTok @hanikputriagung, memperlihatkan para pedagang PGS yang berkumpul di area lobby pada Senin (3/8/2026).
Baca Juga: Korban Kebakaran Aspol Panularan Tolak Rusun, Minta Kompensasi untuk Sewa Rumah
"PGS (Pusat Grosir Solo) sudah ditutup setelah berjaya sejak November 2005-03 Agustus 2026)," tulis akun itu dalam salah satu postingannya.
Dalam postingan lainnya, tampak puluhan pedagang yang berkumpul di depan PGS.
Mereka melambaikan tangan sembari membentangkan spanduk panjang bertuliskan"Kebersamaan Keluarga Besar Pusat Grosir Solo (PGS) Berjuang Bersama Menjemput Rezeki Barokah di PGS Selamanya Aamiin."
Viral terkait tutupnya aktivitas jual beli di pusat wisata belanja batik di Solo itu dibenarkan Marketing dan Tenant Relation PGS Bachtiar Ibnu Fadzil.
Dia mengatakan, rencana penutupan sebenarnya sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu.
Namun, aktivitas jual beli PGS akhirnya resmi ditutup per 31 Juni 2026.
Kontrak tenant yang habis tidak lagi diperpanjang hingga akhirnya hanya tersisa sekitar 60 kios yang masih aktif, dari sebelumnya sekitar 700 kios.
Menurut Fadzil, penutupan PGS bukan disebabkan minimnya pengunjung, melainkan persoalan investasi yang berujung pada putusan pailit.
"Ini bukan pailit karena enggak laku atau sepi, tapi dipailitkan. Satu-satunya faktor adalah investasi yang gagal," ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Diketahui, isu PGS tutup tersebut sebenarnya telah berhembus kencang sejak 6 bulan lalu.
Namun, saat itu PGS melalui akun medsos resminya mengonfirmasi jika pusat wisata belanja batik tersebut masih beroperasi.
"PGS Solo tutup? Stop scroll dulu. Belakangan ini lagi rame isu PGS tutup, padahal faktanya PGS Solo masih BUKA dan beroperasi normal," tulis akun TikTok @pgs_solo pada Februari 2026 lalu.
Editor : Syahaamah Fikria