RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengubah strategi pelaksanaan proyek penataan Koridor Nonongan–Coyudan. Alih-alih menutup total Jalan Yos Sudarso sejak awal proyek, pekerjaan tahap awal justru dipindahkan ke malam hari agar arus lalu lintas tetap lancar dan aktivitas perdagangan di kawasan pusat grosir tidak terganggu.
Pantauan Radar Solo, Rabu (5/8), arus kendaraan dari selatan menuju utara di Jalan Yos Sudarso masih dapat melintas meski pekerjaan pembongkaran drainase telah dimulai di sejumlah titik. Padahal sebelumnya ruas tersebut direncanakan ditutup sejak Senin (3/8/2026).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo Nur Basuki mengatakan, tahap awal difokuskan pada perbaikan drainase yang seluruhnya dikerjakan pada malam hingga dini hari. Skema itu dipilih untuk mengurangi dampak terhadap lalu lintas maupun aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Baca Juga: Mabes Polri Gerebek Gudang Bio Solar di Gondang Sragen
"Tahap awal kami kerjakan drainasenya dulu. Pekerjaan dilakukan malam hari supaya dampaknya tidak terlalu besar," ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Dengan pola kerja tersebut, Jalan Yos Sudarso tetap bisa digunakan masyarakat pada jam-jam sibuk. Penutupan lalu lintas baru akan dilakukan secara bertahap setelah pekerjaan memasuki tahap pembongkaran median jalan dan pelebaran trotoar.
Nur Basuki menjelaskan, pelaksanaan konstruksi juga tidak dilakukan sekaligus. Pengerjaan akan dibagi per sisi, baik di bagian timur maupun barat koridor, sehingga akses menuju pertokoan tetap terbuka.
Baca Juga: 97 Kios Disiapkan untuk Eks Pedagang PGS, Pemkot Buka Peluang Relokasi ke Pasar Jongke dan Klewer
"Kalau langsung ditutup semua tentu akan berdampak besar bagi pelaku usaha. Karena itu pekerjaan dilakukan bertahap agar aktivitas ekonomi tetap berjalan," katanya.
Penataan Koridor Nonongan–Coyudan mulai dikerjakan awal Agustus 2026 dengan nilai pagu anggaran lebih dari Rp 11 miliar yang bersumber dari APBD Kota Surakarta 2026. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun.
Baca Juga: Gunung Lawu Terbakar, Lokasi Petak 12-1 Jalur Tambak Ngargoyoso Karanganyar
Konsep penataan diarahkan untuk menghadirkan kawasan yang lebih ramah bagi pejalan kaki melalui pelebaran pedestrian dan pembenahan infrastruktur, tanpa menghilangkan fungsi Jalan Yos Sudarso sebagai jalur kendaraan bermotor dua arah.
Wali Kota Solo Respati Ardi meminta masyarakat bersabar selama proses pembangunan berlangsung. Ia memastikan pemerintah berupaya menekan dampak proyek terhadap aktivitas perdagangan di kawasan Nonongan–Coyudan.
"Saya sudah meminta agar pekerjaan sebanyak mungkin dilakukan malam hari sehingga tidak mengganggu usaha masyarakat," ujarnya.
Respati optimistis penataan koridor tersebut akan memperkuat wajah kawasan perdagangan bersejarah di pusat Kota Solo. Selain menjadi pusat grosir, kawasan itu diproyeksikan berkembang sebagai ruang ekonomi kreatif dan destinasi wisata belanja.
"Kalau sudah selesai dan tertata rapi, kawasan ini akan kami promosikan sebagai pusat ekonomi kreatif dan pusat grosir yang menjadi daya tarik wisata Kota Solo," pungkasnya.
Editor : Kabun Triyatno