Kader PKK Solo Sulap Limbah Dapur Jadi Eco Enzim, Sampah Rumah Tangga Ditarget Berkurang

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 13:27 WIB
Kader PKK Solo Sulap Limbah Dapur Jadi Eco Enzim, Sampah Rumah Tangga Ditarget Berkurang (M IHSAN/RADAR SOLO)
Kader PKK Solo Sulap Limbah Dapur Jadi Eco Enzim, Sampah Rumah Tangga Ditarget Berkurang (M IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Limbah dapur yang selama ini kerap berakhir di tempat sampah kini diolah menjadi eco enzim.

Melalui Workshop Sosialisasi Pemilahan Sampah Organik dan Bimbingan Teknis (Bimtek) 10 Program Pokok PKK di Aula Kelurahan Manahan, Kamis (6/8), ratusan kader PKK diajak mempraktikkan pengolahan sampah organik sebagai upaya mengurangi timbulan sampah dari rumah tangga.

Kegiatan yang diikuti 145 peserta tersebut tidak hanya membahas pemilahan sampah, tetapi juga praktik pembuatan eco enzim oleh masing-masing kelompok PKK.

Pelatihan menghadirkan pegiat lingkungan asal Belanda yang dikenal sebagai Bule Sampah, Mr. Benedic Wermter.

Menurut Benedic, persoalan sampah di Surakarta tidak hanya terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga di aliran sungai.

Karena itu, pengurangan sampah harus dimulai dari rumah tangga dengan membiasakan memilah sampah sejak dari sumbernya.

"Masalah terbesar masih banyak sampah di sungai dan open dumping di TPA. Prioritasnya adalah mengurangi sampah yang masuk ke TPA. Semua harus dimulai dari rumah dengan memilah sampah agar juga mendukung ekonomi sirkular di Surakarta," ujarnya.

Dia menjelaskan, eco enzim dibuat dari limbah buah, gula merah, dan air dengan perbandingan 3:1:10. Seluruh bahan kemudian difermentasi dalam wadah tertutup selama tiga bulan.

Hasil fermentasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair, pestisida alami, hingga membantu proses pengomposan.

Cairannya juga bisa digunakan untuk mengurangi bau pada saluran pembuangan maupun septic tank karena mengandung bakteri baik.

Selesai pemaparan materi, para peserta diajak membuat eco enzim di pelataran kelurahan. Mereka mencampurkan gula merah, air dan sampah buah ke dalam bekas galon.

Ketua TP PKK Kota Solo Venessa Respati mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat semangat kader PKK agar tetap konsisten memilah sampah.

Menurutnya, ibu-ibu memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan perilaku di lingkungan keluarga.

"Saya mengundang Bule Sampah untuk memantapkan dan memotivasi ibu-ibu agar tetap semangat pilah sampah.

Ibu-ibu adalah pondasi keluarga yang bisa mengajak anak-anak hingga anggota keluarga lainnya untuk menerapkan pemilahan sampah di rumah," katanya.

Venessa menyebut sekitar 70 persen sampah di Kota Solo berasal dari rumah tangga. Karena itu, gerakan kader PKK diharapkan mampu menekan volume sampah yang dikirim ke TPA.

"Harapannya, dengan penggerakan ibu-ibu ini, sampah yang masuk ke TPA bisa terus berkurang karena pengelolaannya sudah dimulai dari rumah," tambahnya.

Senada, Wali Kota Surakarta Respati Ardi menegaskan pengelolaan sampah tidak bisa lagi hanya mengandalkan sistem kumpul, angkut, dan buang.

Menurutnya, pengurangan sampah harus dilakukan dari hulu melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah organik di tingkat rumah tangga.

"Kalau dilakukan bersama-sama, sampah yang masuk ke Putri Cempo bisa berkurang hingga 50 persen," tegasnya.

Selain sosialisasi pengelolaan sampah, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Bimtek 10 Program Pokok PKK yang diikuti para kader dari berbagai wilayah.

Sekretaris TP PKK Provinsi Jawa Tengah Agustin Dwi Wuryanti mengatakan, 10 Program Pokok PKK merupakan pedoman utama gerakan PKK yang pelaksanaannya mengacu pada Rencana Induk dan Rencana Strategis (Renstra) PKK.

Sepuluh program tersebut meliputi penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kesehatan, perencanaan sehat, serta pelestarian lingkungan hidup.

"Harapan kami, pelaksanaan 10 Program Pokok PKK ini dapat diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan daerah sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat," ujarnya. (alf)

Editor : Nur Pramudito
Sumber : Radar Solo
limbah dapur tpa putri cempo solo kader PKK