Mampir Ngombe di Wedangan, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani Serap Aspirasi Warga Todipan dan Tegalmulyo

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menikmati menu wedangan di Kampung Tegal Mulyo, Purwosari bersama warga dan tokoh masyarakat. (DOK. HUMAS PEMKOT SOLO)
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menikmati menu wedangan di Kampung Tegal Mulyo, Purwosari bersama warga dan tokoh masyarakat. (DOK. HUMAS PEMKOT SOLO)
 
RADARSOLO.COM - Aroma teh panas tercium dari sebuah warung hik atau angkringan di tepi sungai kecil yang membatasi Kampung Todipan dan Kampung Tegalmulyo, Kelurahan Purwosari, Solo Selasa (4/8).
 
Sore itu tempat yang biasa menjadi tempat tongkrongan berubah menjadi ruang dialog Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani bareng warga. 
 
Setelah merampungkan blusukannya ke Todipan dan Tegalmulyo sembari menyaksikan aktivitas bank sampah, budidaya magot, hingga pembangunan IPAL Komunal di permukiman padat, Astrid menyempatkan diri untuk Mampir Ngombe.
 
Baca Juga: Gelar Run for Zero Waste, Bupati Klaten Ajak Masyarakat Pilah Sampah dari Rumah
 
Momentum untuk saling mendengar dan saling menghargai dengan seluruh elemen masyarakat. 
 
"Wong Jowo iki enek pepatah urip mung mampir ngombe. Nang ndonya mung sedelo, kudu ngerti opo bab-bab sing penting (Ada pepatah hidup itu ibarat mampir minum. Di dunia ini hanya sebentar, jadi harus paham hal-hal penting," kata Astrid. 
 
Karena itu, imbuh Astrid, setiap kesempatan harus dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang memberi manfaat.
 
Termasuk mendengar langsung suara masyarakat yang menjadi tujuan setiap kebijakan pemerintah.
 
"Mumpung saya di sini mungkin ada yang bisa diceritakan," kata Astrid membuka obrolan santai sembari menyeruput secangkir teh ginastel (legi panas kentel) racikan sang pemilik angkringan langganan Gus Karim (guru ngaji Presiden Joko Widodo, Red) itu. 
 
Astrid menikmati momen menyusuri perkampungan padat, menyeberang sungai lewat jembatan kecil, hingga menyaksikan aktivitas warga seperti urban farming, menimbang sampah yang sudah dipilah dan budidaya magot.
 
Di balik gang-gang sempit, ia menemukan semangat gotong royong yang tumbuh dari kesadaran warga menjaga lingkungannya sendiri.
 
"Di Solo ini sudah banyak bank sampah yang mulai aktif dengan berbagai kegiatannya. Gerakan ini menjadi hal yang baik karena salah satu isu kota yang paling besar adalah soal sampah," ujarnya. 
 
Baca Juga: Kamera HP Makin Canggih, Kenapa Kamera Digital Jadul Malah Kembali Dicari?
 
"Upaya-upaya seperti itulah yang perlu terus diperkuat karena mampu menghadirkan manfaat lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat," imbuh Astrid. 
 
Obrolan seputar pengelolaan sampah, perkembangan kampung, hingga harapan agar usaha kecil di lingkungan mereka terus mendapat perhatian menjadi topik utama kebersamaan sang wakil wali kota saat bercengkrama bersama warga sore itu. 
 
"Banyak usulan dari warga. Semoga ini bisa jadi catatan dan ke depan ada program yang bisa diarahkan untuk memaksimalkan bank sampah, budidaya magot, maupun UMKM yang ada di wilayah ini," hemat Joko Triyono, warga Todipan, Purwosari yang ikut serta dalam obrolan santai di wedangan sore itu. 
 
Bukan dari ruang rapat dan gedung perkantoran, hadir dan mendengar langsung seperti itulah yang sejatinya diharapkan masyarakat.
 
Bagi warga, kunjungan tersebut menjadi kesempatan menyampaikan berbagai gagasan secara langsung pada pemerintah sembari berharap usulan itu dapat diterjemahkan menjadi program yang semakin menguatkan gerakan masyarakat.
 
"Ibu, kami itu kesulitan soal wadah komposternya. Pengelolaan sampah juga masih butuh mesin pencacah. Kemudian ada beberapa area di Tegalmulyo yang amblas dan bergelombang (pasca perbaikan talud) jadi kalau habis hujan masih menggenang," ujar warga lainnya.
 
Baca Juga: Siapa Orang Pertama yang Menyebarkan Kabar Indonesia Merdeka?
 
Kegiatan tersebut juga menjadi berkah bagi pelaku usaha kecil. 
 
Teh, kopi, gorengan, hingga nasi bungkus habis dipesan para tamu yang datang.
 
"Yah lumayan mas, kalau ke depan pemerintah kota bisa menghidupkan kembali wedangan seperti iki akan lebih baik. Soalnya wedangan-wedangan di dalam gang-gang kampung seperti punya saya ini kan benar-benar simbol dari ekonomi kerakyatan," terang Joko Mulyono, pemilik wedangan. 
 
"Jadi kalau bisa ikut dipromosikan pemerintah pasti akan berdampak besar untuk warga sekitar juga," pungkasnya. (ves)
Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
mampir ngombe serap aspirasi warga wakil wali kota solo astrid widayani todipan wedangan