RADARSOLO.COM - Permainan layang-layang berujung petaka di Mojosongo, Jebres. Layang-layang yang tersangkut pada kabel listrik diduga memicu gangguan pada trafo hingga menimbulkan percikan api. Percikan tersebut kemudian menyambar tumpukan bahan plastik.
Api sempat berkobar cukup besar dan membumbung tinggi lantaran menyambar material plastik yang berada di bagian depan pabrik. Beruntung, kobaran api berhasil dilokalisasi petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo sehingga tidak sampai merembet ke bagian utama bangunan.
Komandan Pleton (Danton) C Damkar Kota Solo Tri Mulyono Herlambang mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 12.44 WIB. Petugas langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar tiga menit kemudian.
"Laporan masuk sekitar pukul 12.44 WIB, kita sampai lokasi sekitar tiga menit. Untuk penanganan kita langsung melakukan assessment di lokasi. Kita menggunakan 14 ribu liter air," ujar Tri.
Mengenai penyebab kebakaran, Tri menegaskan pihaknya belum dapat memastikan karena penyelidikan merupakan kewenangan kepolisian. Namun, berdasarkan informasi awal yang diterima petugas di lokasi, kebakaran diduga berkaitan dengan layang-layang yang tersangkut pada trafo listrik.
"Kita belum memastikan karena itu ranahnya pihak kepolisian. Kita hanya memastikan laporan warga sekitar bahwa di pabrik terdapat trafo, trafo tersangkut layangan dan terjadi korsleting. Di situ percikan terus terjatuh ke biji plastik," jelasnya.
Baca Juga: Pembakaran Sampah Picu Puluhan Kasus Kebakaran di Klaten, Warga Diimbau Waspada Puncak Kemarau
Petugas Damkar mengerahkan empat unit mobil pancar dan satu unit mobil tangki untuk menangani kebakaran. Kobaran api dapat dijinakkan dalam waktu sekitar 30 menit. Namun, proses penanganan secara keseluruhan, termasuk pendinginan, berlangsung sekitar 1,5 jam.
"Untuk pemadaman kita membutuhkan waktu 30 menit. Termasuk pendinginan jadi sekitar 1,5 jam," terang Tri.
Baca Juga: Memasuki Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Boyolali Melonjak Tajam! Tembus 36 Kejadian
Meski api sempat membumbung tinggi dan nyaris menyambar kendaraan yang berada di sekitar lokasi, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Para pekerja berhasil dievakuasi dari area pabrik.
Kesaksian warga di sekitar lokasi memperkuat dugaan tersebut. Salah seorang warga, Santoso mengatakan sebelum kebakaran terjadi terdapat layang-layang yang putus dan benangnya tersangkut pada kabel listrik yang berada tepat di atas area pabrik.
Tidak lama setelah layang-layang tersangkut, warga sempat mendengar suara tidak biasa dari arah trafo. Kondisi tersebut juga disusul padamnya aliran listrik di sekitar lokasi.b"Awal mula layangan, orang main layangan. Kesangkut kan terus trafo meledak mengeluarkan percikan. Selang beberapa saat ada asap dari dalam pabrik," kata Santoso.
Melihat asap hitam mulai keluar dari area pabrik, Santoso kemudian memberi tahu petugas keamanan. Satpam langsung masuk untuk memastikan kondisi di dalam, sementara para pekerja diminta keluar dari area pabrik.
"Percikan itu mungkin nyambar, keluar asap. Terus saya bilang sepertinya kebakaran, terus saya datang ke sana bilang satpamnya. Terus satpam masuk dan karyawan disuruh keluar semua. Setelah itu jadi api," ungkapnya.
Situasi sempat menegangkan lantaran api berada tidak jauh dari dua mobil yang terparkir di dekat tumpukan material plastik. Pria ini bersama sejumlah pegawai kemudian berinisiatif mengeluarkan kendaraan tersebut dari lokasi untuk menghindari kemungkinan ikut terbakar.
"Di dalam masih ada mobil dua. Saya dan pegawainya inisiatif buka gerbang. Setelah itu mobil pertama saya keluarkan. Kalau nggak keluar mungkin sudah hangus," tuturnya.
Menurut Santoso, dirinya bahkan mendengar dua kali suara ledakan ketika berusaha mengeluarkan kedua mobil tersebut.
"Trafo meletus. Meletusnya di situ. Masih ada mobil satu, kita masuk lagi terus meletus lagi yang kedua. Iya dua kali (letusan)," imbuhnya.
Baca Juga: Korban Kebakaran Aspol Panularan Tolak Rusun, Minta Kompensasi untuk Sewa Rumah
Santoso menyebut saat kejadian pabrik sedang beroperasi dan terdapat cukup banyak pekerja. Namun, area yang terbakar berada di bagian depan sehingga tidak ada pekerja yang berada tepat di titik kobaran api.
"Ada, banyak pekerja tapi di dalam pabriknya. Yang di lokasi kebakaran nggak ada orang," pungkasnya.
Sementara itu, nilai kerugian akibat kebakaran tersebut masih dalam proses penghitungan. Kepastian mengenai penyebab kebakaran juga masih menunggu pemeriksaan pihak kepolisian. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy