RADARSOLO.COM – Koleksi Museum Keris Nusantara bakal ditata ulang, seiring dengan rencana pembangunan ruang imersif. Upaya ini dilakukan untuk memaksimalkan pesona dan daya tarik museum, sekaligus mendongkrak trafik kunjungan wisatawan. Gagasan ini dilontarkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo Maretha Dinar Cahyono, saat perayaan Hari Jadi Ke-9 Museum Keris Nusantara, Minggu (9/8).
Di tahun ke-9 ini, disbudpar ingin menerapkan sejumlah penyegaran di Museum Keris. Harapannya, tampilan museum semakin fresh.
“Kami mencoba mengubah konsep museum keris. Tahun ini akan ada rehabilitasi bangunan, yang akan menyasar perbaikan tata letak hingga penambahan wahana baru,” jelasnya.
Baca Juga: Tawa Warga Pecah dalam Keseruan Lomba 17an di Ngasem Baru, Karanganyar
Rehabilitasi menyasar penataan ulang alur keluar-masuk pengunjung. Selanjutnya, penataan ulang koleksi museum yang akan terus diperbarui secara berkala. Pembaruan tema-tema dalam kurun waktu tertentu, akan meninggalkan kesan mendalam kepada setiap pengunjung.
“Paling baru, selain penataan alur keluar-masuk dan perubahan tata letak koleksi museum, kami ingin membangun ruang imersif di lantai 4. Di lantai 4 itu kan sudah full digital, sehingga tampilannya lebih modern. Pengunjung bisa merasakan sensasi yang baru saat berkunjung ke sini,” ujarnya.
Melalui gagasan tersebut, disbudpar berharap jumlah kunjungan yang saat ini mencapai 1.200 pengujung per bulan, bisa meningkat tajam pasca penyegaran. “Rata-rata kunjungan per pekan sekira 300 pengunjung. Kalau pas musim liburan bisa 500 pengunjung per pekan,” bebernya.
Baca Juga: HUT ke-57, PHRI Gelar PHRI Run 2026, Dorong Solo Jadi Wellness City
Di sisi lain, perayaan HUT Ke-9 Museum Keris Nusantara diwarnai kirab budaya dengan tema “Arutala Vidya: Merawat Pusaka, Menjaga Peradaban”. Kirab melibatkan seluruh stakeholder pariwisata di Kota Bengawan.
Kirab mengambil start dari Loji Gandrung ke Museum Keris Nusantara. Dilanjutkan seminar hasil kajian koleksi pedang nusantara di ruang workshop museum.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani yang hadir dalam workshop menjelaskan, museum saat ini bukan hanya tempat menyimpan koleksi saja. Museum juga menjadi ruang interaksi dan edukasi yang relevan dengan era digital.
“Semua museum di Solo ke depan akan memaksimalkan interaksi dengan pengunjung. Sehingga bisa menjadi pusat kajian dan pusat pembelajaran yang menarik,” kata Astrid.
Terkait rencana penambahan ruang imersif, Astrid mengaku sangat relevan dengan kebutuhan di era modern ini. Harapannya, tidak hanya koleksi museum semata yang disajikan.
Informasi tentang koleksi bisa diakses lewat teknologi yang mudah dijangkau pengunjung. Sehingga pengunjung mendapatkan experience baru saat datang ke museum.
“Indikator keberhasilan dari jumlah kunjungan yang meningkat, serta pameran tematik yang akan ditampilkan. Dengan demikian bisa lebih interaktif dengan permintaan masyarakat,” beber Astrid. (ves/fer)
Editor : Niko auglandy