RADARSOLO.COM – Aksi sweeping kelompok massa yang diamankan Polresta Solo, Minggu (9/8) malam, mulai menuai keresahan di tengah masyarakat. Namun, ketika ditanya mengenai langkah pemerintah menghadapi aksi tersebut, respons Wali Kota Solo Respati Ardi justru di luar dugaan.
Alih-alih memberikan penjelasan terkait aksi sweeping maupun imbauan kepada kelompok masyarakat agar tidak melakukan tindakan serupa, Respati justru melontarkan jawaban bernada guyon.
Ditemui awak media di Balai Kota Solo, Senin (10/8/2026), Respati tampak enggan mengomentari secara langsung aksi sweeping yang berujung diamankannya sejumlah orang oleh kepolisian.
“Saya tugaskan Mamani juga di PKK ben diurus ibu-ibu karena sudah terbukti PKK itu satgas jalan, ngurus PAUD ya jalan,” kata Respati.
Baca Juga: Terjepit Harga Pakan Mahal, Peternak Ayam Boyolali Bagikan Ayam dan Telur Gratis di Monumen Jagung
Mamani yang dimaksud Respati merupakan panggilan khusus untuk istrinya, Venessa Winastesia. Venessa diketahui akrab disapa Veni, sehingga panggilan “Mamani” merupakan pelesetan dari “Mama Veni”.
Ketika kembali ditanya mengenai langkah pemerintah, termasuk apakah ada imbauan agar masyarakat tidak melakukan aksi sweeping, Respati kembali menjawab dengan nada bercanda.
“Apakah ada imbauan agar tidak sweeping? Lha iyo, mengko ben Mamani sik ngurusi sweeping,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi respons Respati terkait aksi sweeping yang dilakukan sekelompok massa di wilayah Kota Solo pada Minggu malam. Aksi tersebut kemudian diamankan aparat kepolisian.
Sikap Wali Kota tersebut kontras dengan keresahan yang mulai muncul akibat aksi main hakim sendiri di ruang publik. Pemerintah daerah dituntut memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga, terlebih ketika tindakan kelompok massa berpotensi menimbulkan keresahan.
Alih-alih menjelaskan langkah pemerintah, Respati memilih merespons dengan guyonan soal istrinya. Hingga kini, belum ada penjelasan lebih lanjut dari Pemkot Solo mengenai langkah konkret untuk mencegah aksi sweeping serupa kembali terjadi. (ves)
Editor : Kabun Triyatno