RADARSOLO.COM – Harga pangan yang lebih murah dari pasaran membuat Gerakan Pasar Murah yang digelar Pemkot Solo diserbu warga. Ratusan paket kebutuhan pokok ludes dibeli dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Purwosari, Selasa (11/8).
Gerakan Pasar Murah tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemkot Solo menjadwalkan kegiatan serupa di 18 kelurahan sepanjang Agustus 2026 untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Di Kelurahan Purwosari, warga tampak antusias mengantre untuk membeli sejumlah komoditas, mulai beras, gula, telur hingga minyak goreng. Ratusan paket bahan pangan yang disediakan pun cepat terserap.
Baca Juga: Harga Beda Tipis, Pilih Wuling Aira EV atau Toyota Agya dan Honda Brio, Mana yang Lebih Menarik?
“Antusias masyarakat sangat tinggi. Ini karena bahan pokok yang dijual di Gerakan Pasar Murah ini memang di bawah harga pasaran,” terang Lurah Purwosari Suwanti.
Sejumlah komoditas ditawarkan dengan harga yang cukup menarik. Telur ayam dijual Rp 21 ribu per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga di sejumlah warung sekitar Purwosari.
Minyakita dibanderol Rp 15.500 per liter, atau Rp 200 lebih murah dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.700. Sementara beras SPHP dijual Rp 57 ribu dan beras premium Rp 77 ribu.
Baca Juga: Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950, Segini Biaya Full Tank Honda PCX 160 dan Yamaha NMAX Turbo
Selisih harga tersebut menjadi daya tarik utama bagi warga. Terlebih, kebutuhan pangan merupakan pengeluaran rutin rumah tangga yang harus dipenuhi setiap bulan.
“Lebih murah, jadi sangat membantu masyarakat agar lebih irit di pengeluaran bulanan,” ujar salah satu warga Kelurahan Purwosari.
Gerakan Pasar Murah menjadi salah satu upaya Dinas Perdagangan Kota Solo menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Khusus momentum HUT Kemerdekaan, kegiatan tersebut digelar secara bergiliran di 18 kelurahan.
Kepala Bidang Pelayanan Pengembangan Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Solo Arik Rahmadhani mengatakan kegiatan tersebut telah dimulai sejak 3 Agustus dan akan berlangsung sepanjang bulan ini.
“Untuk Gerakan Pasar Murah dalam rangka semarak kemerdekaan ini kami mulai sejak 3 Agustus kemarin. Selama Agustus ini ada 18 titik yang sudah dijadwalkan untuk kegiatan ini,” kata Arik.
Menurutnya, tingginya antusiasme warga terjadi hampir di setiap lokasi. Bahkan, stok sejumlah komoditas cepat habis setelah kegiatan dibuka.
“Dalam setiap kegiatan antusias warga selalu tinggi. Hari ini saja ada ratusan pack beras SPHP yang habis dibeli warga,” pungkasnya. (ves)
Editor : Kabun Triyatno