Semarak Kemerdekaan, BPBD Solo Gelar Lomba Bongkar Pasang Tenda hingga Adu Cepat Siapkan Perahu Bencana

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:04 WIB
TANGKAS: Anggota BPBD merayakan lomba HUT RI di Kantor BPBD Kota Solo, Selasa (11/8). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
TANGKAS: Anggota BPBD merayakan lomba HUT RI di Kantor BPBD Kota Solo, Selasa (11/8). (M. IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Perayaan HUT Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Selasa (11/8), berlangsung meriah. 

Tidak ada lomba makan kerupuk, balap karung, atau memasukkan pensil ke dalam botol. Personel BPBD Kota Solo justru beradu cepat dan tepat dalam aktivitas yang sehari-hari menjadi bagian dari tugas mereka sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana.

Suasana kantor BPBD pun mendadak berubah menjadi arena adu ketangkasan. Sejumlah personel terlihat sibuk membongkar dan memasang kembali gergaji mesin, mendirikan sekaligus membongkar tenda darurat, hingga berlomba mempersiapkan perahu yang biasa digunakan dalam penanganan bencana.

Tak berhenti di situ, perahu tersebut harus segera dinaikkan ke kendaraan 4x4 yang memang disiapkan untuk menjangkau lokasi-lokasi bencana dengan medan sulit.

Baca Juga: Bupati Sragen Sidak Sekolah Rusak Berat, Ini Kata Disdikbud

Sorak-sorai dan tepuk tangan mewarnai setiap perlombaan. Namun, di balik kemeriahan tersebut, ada keterampilan yang benar-benar diuji. Kecepatan, ketepatan, kekompakan, hingga kemampuan berkomunikasi menjadi penentu kemenangan.

"Lomba ini bukan sekadar lomba. Semua berkaitan dengan kebutuhan dan kemampuan dalam penanganan maupun mitigasi bencana," terang Kepala BPBD Kota Solo Ari Dwi Daryatmo.

Baca Juga: Tingkatkan Penanggulangan Kebakaran, 40 Tim Adu Ketangkasan di Klaten Fire Safety Challenge 2026

Menurut Ari, perlombaan dibuat dalam format individu maupun kelompok. Setiap regu dituntut mampu menunjukkan kemampuan teknis sekaligus membangun kerja sama yang solid. BPBD Kota Solo memiliki Tim Reaksi Cepat (TRC) yang terbagi dalam beberapa kelompok. Melalui perlombaan tersebut, kemampuan masing-masing regu kembali diuji dalam suasana yang lebih santai dan penuh semangat kemerdekaan.

"Ini juga untuk mengasah ketangkasan masing-masing regu yang ada di BPBD Solo," katanya.

Bagi personel BPBD, kemampuan membongkar dan memasang peralatan bukan sekadar keterampilan teknis. Dalam situasi darurat, kecepatan mempersiapkan peralatan dapat menentukan seberapa cepat tim tiba dan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pihaknya menulai perlombaan seperti bongkar pasang gergaji mesin, tenda darurat, maupun persiapan perahu memiliki relevansi langsung dengan pekerjaan mereka di lapangan.

Terlebih, kondisi geografis dan potensi bencana di Kota Solo dan wilayah sekitarnya menuntut personel untuk selalu siap menghadapi berbagai situasi. Ketangkasan dalam menyiapkan peralatan hingga mobilisasi menuju lokasi menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan.

"Bisa dibilang lomba ini termasuk latihan bagi personel. Dengan dikemas dalam bentuk perlombaan, latihan terasa lebih ringan dan menyenangkan, tetapi tetap mampu menguji kemampuan dasar yang dibutuhkan saat bertugas," hemat Ari. 

Baca Juga: Tingkatkan Penanggulangan Kebakaran, 40 Tim Adu Ketangkasan di Klaten Fire Safety Challenge 2026

Lewat kegiatan tersebut, kekompakan yang terlihat selama perlombaan juga menjadi gambaran bagaimana sebuah regu harus bekerja ketika menghadapi kondisi darurat. Sebab penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan individu kecuali setiap personel  memahami tugasnya dan mampu bergerak bersama anggota tim lainnya.

"Setiap gerakan menjadi latihan kecil untuk menghadapi kondisi yang sesungguhnya. Ketika bencana datang, tidak ada waktu untuk mencoba-coba. Peralatan harus siap, kendaraan harus bergerak, dan setiap personel harus tahu apa yang harus dilakukan," terang Kepala BPBD Kota Solo itu. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
RI kemerdekaan lomba bpbd