Konvoi sambil Nyalakan Flare usai Menang Futsal, 9 Pelajar Sukoharjo Diamankan Tim Sparta

Antonius Christian • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:24 WIB
Sembilan remaja asal Sukoharjo diamankan Tim Sparta Polresta Solo, Selasa malam (11/8). (Humas Polresta Solo)
Sembilan remaja asal Sukoharjo diamankan Tim Sparta Polresta Solo, Selasa malam (11/8). (Humas Polresta Solo)

RADARSOLO.COM – Euforia kemenangan pertandingan futsal berubah menjadi urusan dengan polisi. Sembilan pelajar asal Sukoharjo diamankan Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Solo setelah melakukan konvoi sepeda motor yang dinilai mengganggu pengguna jalan di Jalan Ki Mangun Sarkoro, Banjarsari, Selasa (11/8/2026) malam.

Penindakan dilakukan sekitar pukul 21.00. Sebelumnya, Tim Sparta yang tengah berpatroli mendapat laporan melalui Call Center Tim Sparta mengenai rombongan sepeda motor di kawasan Underpass Joglo.

Baca Juga: Tak Harus Mahal, Ini Pilihan Layanan Konseling Kesehatan Mental yang Bisa Diakses Masyarakat

Kasat Samapta Polresta Solo Kompol Edi Sukamto mengatakan rombongan tersebut melaju dengan memenuhi badan jalan. Mereka juga menyalakan flare dan mengibarkan bendera saat konvoi.

“Informasi yang kami terima, terdapat rombongan kendaraan roda dua yang memenuhi jalan, menyalakan flare serta mengibarkan bendera sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya,” kata Edi, Rabu (12/8/2026).

Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk mengurai rombongan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah gangguan keamanan sekaligus mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga: Kekeringan Sukoharjo Merembet ke Sekolah, 2.380 Warga Krisis Air Bersih

Dari penindakan itu, polisi mengamankan sembilan pelajar yang diduga terlibat dalam konvoi.

Hasil pemeriksaan awal mengungkap, rombongan tersebut baru saja menyaksikan pertandingan futsal tim sekolahnya di GOR UTP, kawasan Ring Road.

Tim mereka berhasil memenangkan pertandingan melawan salah satu tim futsal dari SMK di wilayah Sukoharjo. Kemenangan itu kemudian dirayakan dengan konvoi sepeda motor menuju Solo.

Baca Juga: Sebelum Indonesia Merdeka, Daerah-Daerah Ini Sudah Lebih Dulu Melawan Penjajahan

Namun, perayaan di jalan raya tersebut justru berujung penindakan setelah rombongan dinilai mengganggu pengguna jalan.

Sembilan pelajar yang diamankan terdiri atas enam laki-laki, yakni FDR (18), LNA (17), MIH (15), MIS (19), RPA (18), dan WAP (16). Tiga lainnya merupakan pelajar perempuan, yakni OR (16), FS (16), dan SNA (16). Seluruhnya tercatat sebagai warga Sukoharjo.

Polisi turut mengamankan empat bendera dan lima sepeda motor.

“Kesembilan pelajar beserta barang bukti kemudian kami bawa ke Mako Polresta Surakarta dan diserahkan kepada piket Satbinmas untuk diberikan pembinaan. Kami juga memanggil orang tua atau wali serta pihak sekolah,” terang Edi.

Selain pembinaan, polisi juga menemukan pelanggaran lalu lintas dan melakukan penindakan berupa tilang melalui Satlantas Polresta Surakarta.

Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo mengingatkan pelajar agar tidak menjadikan kemenangan pertandingan sebagai alasan melakukan konvoi di jalan raya.

“Kami mengimbau para pelajar untuk merayakan kemenangan secara tertib dan tidak melakukan konvoi yang mengganggu ketertiban maupun keselamatan pengguna jalan,” kata Catur.

Menurutnya, kemenangan dalam pertandingan merupakan prestasi yang patut dirayakan. Namun, euforia tidak boleh berubah menjadi tindakan yang mengganggu masyarakat maupun membahayakan keselamatan.

Catur juga meminta orang tua dan pihak sekolah ikut mengawasi aktivitas pelajar, terutama terkait tertib berlalu lintas dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

“Jangan sampai euforia kemenangan berujung pada pelanggaran hukum atau kecelakaan. Silakan berprestasi dan bergembira, tetapi tetap tertib, santun dan menghormati pengguna jalan lainnya,” pungkasnya. (atn)

Editor : Kabun Triyatno
sepeda motor tim sparta Flare konvoi Euforia