RADARSOLO.COM – Warga Kampung Makam Bergolo, Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, kini memiliki saluran air yang lebih tertata. Penataan tersebut menjadi salah satu sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 yang resmi berakhir Kamis (13/8).
Pembangunan drainase menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan kenyamanan warga di kawasan permukiman tersebut. Pekerjaan yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 itu telah rampung 100 persen.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani meninjau langsung hasil pembangunan setelah menghadiri upacara penutupan TMMD di SMP Negeri 22 Surakarta. Dia mengapresiasi hasil penataan yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Alhamdulillah, kami mengikuti prosesnya sejak awal hingga selesai. Kami cukup terkesan karena pembangunan yang dilakukan tidak hanya berkaitan dengan saluran air atau drainase, tetapi juga memberikan manfaat lain bagi masyarakat," kata Astrid.
Drainase tersebut dibangun menggunakan konstruksi cor beton bertulang dengan panjang sekitar 97 meter dan tinggi 1,5 meter. Penataan kawasan juga dilengkapi pavingisasi sehingga lingkungan sekitar saluran menjadi lebih tertata.
Menurut Astrid, pembangunan tidak hanya diarahkan untuk memperlancar aliran air. Aspek pemeliharaan juga menjadi perhatian agar fasilitas yang dibangun dapat digunakan dan dirawat dalam jangka panjang.
Baca Juga: Angka Kecelakaan di Sragen Melonjak, Rata-rata Satu Orang Tewas Setiap Dua Hari
"Pembangunan saluran air tersebut dirancang tidak hanya untuk memperbaiki aliran air, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan pemeliharaan di kemudian hari," ujarnya.
Penataan kawasan sempat menghadapi tantangan. Sejumlah bangunan warga berada di area bantaran sungai sehingga diperlukan komunikasi sebelum pembangunan dilakukan. Pemerintah bersama TNI memilih pendekatan persuasif agar penataan tetap berjalan tanpa menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
Baca Juga: 1.400 Pekerja Rentan di Karanganyar Dikaver BPJS Ketenagakerjaan
"Memang tantangannya cukup besar di awal, terutama saat proses perapian kawasan. Ada beberapa bangunan yang posisinya berada di bantaran sungai. Namun, kami melakukan sosialisasi dan pendekatan secara humanis kepada masyarakat. Alhamdulillah, masyarakat bisa memahami dan menerima penataan tersebut," terang Astrid.
Tak hanya pembangunan drainase, TMMD Sengkuyung di Makam Bergolo juga menyasar revitalisasi sejumlah rumah warga. Program tersebut diperkuat dengan kegiatan nonfisik, mulai penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, Pancasila, pencegahan narkoba, keluarga berencana (KB), stunting, mitigasi kebakaran, pengelolaan sampah hingga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman mengatakan seluruh hasil pembangunan diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga. Masyarakat juga diminta ikut menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun melalui program TMMD.
"Seluruh hasil yang telah dicapai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Apa yang telah kita bangun bersama ini dapat dipelihara dan dirawat sehingga memiliki masa pakai yang panjang," ucap Arief saat membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro dalam upacara penutupan TMMD. (ves)
Editor : Kabun Triyatno