Solo Mulai Petakan Sampah dari Hulu, Budidaya Magot Jadi Salah Satu Andalan

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:01 WIB
Kampung Tegalmulyo RW 07, Kelurahan Purwosari, Laweyan, budidaya magot untuk urai sampah. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
Kampung Tegalmulyo RW 07, Kelurahan Purwosari, Laweyan, budidaya magot untuk urai sampah. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai membenahi pengelolaan sampah dari tingkat hulu. Bukan sekadar mengandalkan pengangkutan dan pembuangan, Pemkot Solo kini memetakan potensi, kesiapan, hingga kebutuhan pengelolaan sampah di tingkat kelurahan.

Langkah tersebut dilakukan menggandeng Tim Merah Putih Inisiatif dari Jakarta. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pemetaan adalah Budidaya Magot Mulyosari di Kampung Tegalmulyo RW 07, Kelurahan Purwosari, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: Dua Nama Kandidat Cawabup Klaten Muncul, Salah Satunya Istri Mendiang Wabup Benny Indra

Tim tersebut melihat langsung pengolahan sampah organik melalui budidaya magot yang dikelola masyarakat. Selain meninjau fasilitas, mereka juga menggali informasi mengenai pola pemilahan dan pengelolaan sampah yang selama ini berjalan di tingkat lingkungan.

Lurah Purwosari Suwanti mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memetakan kondisi pengelolaan sampah di Kota Solo, khususnya sampah organik.

"Hari ini kita ada kunjungan dari Tim Merah Putih Inisiatif dari Jakarta. Intinya mereka ingin melihat pengolahan sampah magot yang ada di Kota Solo, khususnya yang ada di sini," kata Suwanti.

Baca Juga: Angka Kecelakaan di Sragen Melonjak, Rata-rata Satu Orang Tewas Setiap Dua Hari

Menurut dia, pemetaan tidak hanya melihat keberadaan fasilitas pengolahan sampah. Kesiapan masyarakat dan pengelola juga menjadi perhatian agar sistem pengelolaan sampah dari tingkat lingkungan dapat berjalan berkelanjutan.

Di Purwosari, pengelolaan sampah telah dikembangkan secara terintegrasi. Sampah organik diolah melalui budidaya magot, sementara sampah anorganik dipilah melalui bank sampah. Pengelolaan tersebut juga terhubung dengan kegiatan ketahanan pangan dan urban farming.

"Pengelolaan sampah di sini juga terintegrasi dengan pemilahan sampah anorganik melalui bank sampah serta kegiatan ketahanan pangan dan urban farming. Pengelolaan kan tidak hanya organik, ada anorganik, ada residu. Jadi tadi banyak berdiskusi terkait itu," jelasnya.

Baca Juga: Baliho Ultah Jokowi Terus Dipersoalkan, LP3HI Ajukan Praperadilan Sasar Kejari Solo

Budidaya Magot Mulyosari menjadi salah satu lokasi yang dinilai memiliki praktik pengolahan sampah organik berbasis masyarakat. Fasilitas tersebut terbentuk melalui kerja sama Duta Genre Kota Solo dengan Yayasan Gita Pertiwi beberapa bulan lalu.

Duta Genre Kota Surakarta periode 2025-2026 Muhammad Salman Alfarisi Putra mengatakan, pemetaan nantinya dapat menunjukkan wilayah yang memiliki potensi timbulan sampah tinggi sekaligus melihat kemampuan masing-masing kelurahan dalam mengelolanya.

"Dari hasil pendataan tersebut nanti tahu kelurahan mana yang memiliki potensi sampah yang banyak dan yang sudah dapat menangani dengan baik," ujarnya.

Pendataan dilakukan mulai tingkat kota hingga kelurahan dan terintegrasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta. Tim Merah Putih Inisiatif juga tengah menyiapkan aplikasi untuk memetakan titik pengelolaan dan pemilahan sampah di berbagai wilayah Solo.

Data tersebut nantinya diharapkan menjadi dasar bagi Pemkot Surakarta dalam menentukan kebutuhan fasilitas maupun intervensi di wilayah yang sistem pengelolaan sampahnya belum optimal.

"Ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun basis data pengelolaan sampah yang lebih terukur. Dengan data ini, pemerintah dapat melihat potensi, kesiapan sekaligus kebutuhan masing-masing wilayah," terang Salman.

Dengan pemetaan tersebut, pengelolaan sampah diharapkan tidak lagi bersifat seragam. Setiap wilayah dapat mendapatkan penanganan sesuai karakteristik, volume sampah, fasilitas, serta kesiapan masyarakatnya. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
Pengelolaan bank sampah sampah organik magot sampah