RADARSOLO.COM - Tidak sedikit yang tercengang mendengar Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banjarsari, Solo mampu membukukan omzet lebih dari Rp300 juta hanya dalam kurun waktu sekitar 6 bulan.
Menjawab rasa penasaran publik, radarsolo.jawapos.com bertemu empat mata dengan Ketua KKMP Banjarsari Budi Agung Satyowicoyo.
Ia mengungkap tata kelola dan proyeksi bisnis yang diterapkan pengurus KKMP setempat.
Baca Juga: Sisi Lain Jembatan Teter di Simo Boyolali yang Hanya Bisa dilalui saat Musim Kemarau
Secara garis besar, omzet ratusan juta dicapai melalui penciptaan sistem terintegrasi antara koperasi dan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Banjarsari.
Sejak berdiri pada 2 Juni 2025, KKMP Banjarsari mendapatkan dukungan penuh dari tokoh masyarakat dan warga.
Koperasi ini kemudian resmi beroperasi mengusung berbagai unit usaha pada September 2025.
"Berdiri itu di 2 Juni 2025, kami mulai bergerak di September, dan kemudian di akhir tahun 2025 kemarin kami bisa menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan membukukan laba sekitar Rp 2 juta," terang Budi.
"Nah dari Januari – Juli 2026 ini, omzet kami sudah lebih dari Rp300 juta,” lanjutnya.
KKMP Banjarsari buka dari Senin hingga Sabtu mulai pukul 09.00-11.00 WIB.
Baca Juga: Cakra NX1 Motor Listrik Nasional, Pakai Basis Alva N3 Next Gen dan Punya Jarak Tempuh 140 Km
Meski hanya buka selama dua jam per hari, perputaran transaksi harian terbilang aktif.
Terutama pembelian kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur ayam, hingga air mineral.
“Omzet harian kami sekitar Rp 2 jutaan,” ujar Budi.
Keunggulan utama KKMP Banjarsari terletak pada fleksibilitas skema harga, yakni:
- Harga normal untuk masyarakat umum
- Harga lebih murah bagi anggota
- Harga khusus bagi pemilik toko kelontong dan pelaku UMKM yang membeli dalam partai besar
Strategi tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh warga, salah satunya Sukarsih, pemilik toko kelontong yang baru menjadi anggota KKMP Banjarsari pada pertengahan Juli.
“Sebelumnya sudah sering belanja di KKMP ini. Kebetulan saya punya usaha toko kelontong, jadi belanja di sini untuk dijual kembali. Memang jauh lebih murah daripada kulakan di tempat lain,” beber dia.
Selain menjual sembako, KKMP Banjarsari juga memasarkan produk UMKM lokal dengan sistem titip jual, seperti kain tenun, batik, jilbab lukis, hingga olahan makanan.
Untuk mempermudah transaksi, pengurus meluncurkan aplikasi MyKopkel.
MyKopkel melayani:
- Top-up saldo
- Pembayaran simpanan pokok Rp100 ribu
- Simpanan wajib Rp10 ribu per bulan
- Simpanan sukarela
- Belanja mandiri
Budi berharap pemerintah dapat memberikan dukungan berupa pembukaan akses langsung ke distributor utama guna makin memangkas rantai pasok.
Pemanfaatan Eks Rumah Dinas Lurah sebagai Solusi Lahan
Lurah Banjarsari Dan Dare Arrandhika memberikan apresiasi lompatan kinerja KKMP di wilayahnya.
Ia menjelaskan, pascapindahnya kantor kelurahan ke lokasi baru, kini, eks rumah dinas lurah dialihfungsikan sebagai pusat operasional KKMP Banjarsari.
“Sebelumnya, kegiatan koperasi dipusatkan di garasi milik warga yang juga merupakan pengurus. Sekarang lokasinya jauh lebih representatif untuk display barang, area kantor anggota koperasi, bahkan bisa difungsikan sebagai gudang,” urai Dan Dare.
Penggunaan aset eks rumah dinas lurah menjadi jalan keluar atas keterbatasan lahan yang kerap dihadapi koperasi tingkat kelurahan bila dibandingkan dengan koperasi desa yang umumnya memiliki tanah kas desa.
Baca Juga: Klaten Bakal Gelar Karnaval Budaya, Angkat Sejarah Mataram Kuno hingga Potensi Daerah
Terkait rencana penyiapan lahan gerai permanen, pihak kelurahan mengusulkan pemanfaatan eks bangunan SDN Sekip kepada Pemkot Solo.
Dan Dare menekankan bahwa KKMP Banjarsari berprinsip dari masyarakat dan untuk masyarakat, di mana Sisa Hasil Usaha (SHU) akan kembali ke tangan anggota.
“Kami berharap besar KKMP Banjarsari bisa terus berkembang, baik dari sisi jam operasional, jenis barang yang dijual, unit usaha maupun sarana dan prasarana," terang lurah.
"Dengan demikian program ini bisa menjadi penguat ekosistem ekonomi masyarakat sekaligus memperluas kerjasama dengan UMKM lokal,” pungkas Dan Dare. (ves)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com