100 Pejalan Nordic Bawa Bendera Raksasa Kelilingi Monumen HUT RI ke-81 di Solo: Semangat Kemerdekaan Menggema, Kisah Ayah Ketua Komunitas Jadi Inspirasi

Arief Budiman • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:17 WIB
100 pejalan Nordic bawa bendera raksasa kelilingi monumen sambut HUT RI ke-81. (Arief Budiman/Radar Solo)
100 pejalan Nordic bawa bendera raksasa kelilingi monumen sambut HUT RI ke-81. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa berbeda di Kota Solo, Sabtu (15/8/2026). Sebanyak 100 peserta Komunitas Jalan Nordic Indonesia Solo dan Jawa Tengah berjalan bersama mengelilingi monumen pahlawan sembari membawa dua tongkat Nordic walking.

Bukan sekadar olahraga, kegiatan tersebut menjadi ajang napak tilas sekaligus penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Para peserta dari berbagai usia berjalan bersama sembari menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Di tengah rombongan, mereka juga membentangkan bendera Merah Putih raksasa yang berkibar mengelilingi kawasan monumen.

Ketua Komunitas Jalan Nordic Indonesia Solo Dr. Ir. Retno Setyowati, M.S., mengatakan, kegiatan tersebut sengaja digelar untuk memadukan aktivitas olahraga dengan semangat memperingati kemerdekaan.

"Kita melakukan ini bukan sekadar olahraga. Ini adalah bentuk penghormatan untuk mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan RI," ujarnya di sela kegiatan.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Persik Kediri di Liga 1: 14 Nama Baru Merapat, Eks Persis Solo, Madura dan Gelandang asal Portugal Gabung, 27 Nama Lama Pergi

Retno juga membawa kisah perjuangan dari keluarganya. Dia mengungkapkan, ayahnya dahulu merupakan pemimpin pasukan Tentara Pelajar yang turut bertempur melawan Belanda di Purworejo.

"Termasuk ayah saya, yang dulu menjadi pemimpin pasukan Tentara Pelajar. Beliau bertempur melawan Belanda di Purworejo," ungkapnya.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Persib Bandung di Liga 1: Rombak Skuad! Dua Penggawa Timnas Merapat, MVP Musim Lalu dan Pemain Asing Berkualitas Bergabung

Bagi Retno, semangat perjuangan tersebut menjadi salah satu alasan kegiatan peringatan kemerdekaan tidak hanya diisi dengan seremoni. Peserta diajak kembali mengingat sejarah sekaligus menanamkan semangat perjuangan melalui aktivitas yang lebih dekat dengan masyarakat.

Di sisi lain, Nordic walking sendiri merupakan olahraga yang menggunakan dua tongkat khusus dalam setiap langkah. Olahraga yang berkembang di Eropa tersebut kini juga mulai digemari masyarakat di Indonesia.

Menurut Retno, penggunaan dua tongkat membuat hampir seluruh bagian tubuh ikut bergerak ketika berjalan.

"Satu kali melangkah, 90 persen otot tubuh kita bergerak. Sangat baik untuk kesehatan. Tapi hari ini, lebih dari itu. Setiap ayunan tongkat adalah penghormatan. Setiap langkah adalah doa untuk bangsa," jelasnya.

Dengan jumlah peserta mencapai 100 orang, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan Nordic walking sebagai aktivitas olahraga yang dapat dilakukan berbagai kalangan.

Bendera Merah Putih raksasa yang dibawa peserta menjadi simbol utama dalam kegiatan. Kibaran bendera di tengah derap langkah peserta menambah suasana nasionalisme sepanjang kegiatan berlangsung.

Baca Juga: BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Gempa NTT M 7,7 Hari Ini, Sebanyak 54 Gempa Susulan Tercatat

Peringatan kemerdekaan pun tidak selalu harus diwujudkan melalui pesta atau seremoni. Bagi komunitas tersebut, kemerdekaan dapat dirayakan melalui olahraga, kebersamaan, sekaligus mengingat kembali perjuangan para pendahulu.

Sebab, kemerdekaan yang dirasakan masyarakat Indonesia hari ini merupakan hasil perjuangan panjang. Semangat untuk mengingat sejarah menjadi bagian penting agar generasi berikutnya tidak melupakan perjalanan bangsa.

Seperti pesan Bung Karno yang terus relevan hingga kini: “Jangan sekali-kali melupakan sejarah.”. (Rif/nik) 

Editor : Niko auglandy
jalan nordic komunitas hut ri