RADARSOLO.COM - Poltekkes Kemenkes Surakarta melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) menggelar pelatihan pijat bayi dan balita pada masyarakat di Kampung Bibis Luhur, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo Jumat (14/8/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengentasan stunting pada bayi dan balita yang ada di wilayah setempat.
Mengambil tempat di Balai RW 22 wilayah setempat, Eka Deviany Widyawaty, S.ST, M.Kes bersama tim Chusnul Zulaika, S.ST, M.Kes menggelar pelatihan pada puluhan warga dan kader posyandu setempat.
Kegiatan bertajuk Kelas Balita Sehat: Optimalisasi Nafsu Makan Anak dengan Tuina Massage mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat.
"Kegiatan ini menyasar ibu yang memiliki anak usia di bawah lima tahun serta kader Posyandu balita di wilayah Bibis Luhur. Kami berfokus pada pemberian keterampilan kepada kader dan ibu balita mengenai teknik Tuina Massage sebagai salah satu upaya pendukung untuk meningkatkan nafsu makan anak," terang dia.
Tuina Massage merupakan teknik pijat yang berasal dari tradisi pengobatan Tiongkok dan dilakukan melalui stimulasi pada bagian atau titik tertentu tubuh.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan teknik pemijatan secara bertahap, mulai dari lengan, badan, kaki hingga area wajah.
Keterampilan tersebut diharapkan tidak hanya dapat diterapkan oleh kader saat kegiatan Posyandu, tetapi juga oleh orang tua di rumah.
"Harapannya ada peningkatan keterampilan kader. Nanti kader bisa menggunakan Tuina Massage, kemudian ibu juga bisa melakukannya di rumah," papar dia.
Di sisi lain, Program tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting yang dilakukan oleh Kemenkes Poltekkes Surakarta.
Pihaknya melihat rendahnya nafsu makan pada balita dapat menyebabkan asupan energi dan zat gizi tidak mencukupi kebutuhan pertumbuhan apabila berlangsung dalam jangka panjang.
Karena itu, selain pelatihan dan praktik Tuina Massage, kegiatan juga mencakup edukasi gizi seimbang, pendampingan penerapan pijat di rumah serta pemantauan pertumbuhan melalui pengukuran berat dan tinggi badan.
"Program PKM melibatkan 25 balita bersama ibu balita dan kader Posyandu," terang Eka.
Dalam hal ini, Tuina Massage ditempatkan sebagai upaya pendukung, bukan pengganti pemenuhan nutrisi maupun pelayanan kesehatan.
Pijat bayi dilakukan secara lembut dan harus memperhatikan kondisi serta respons anak.
"Ini sebagai pencegahan stunting," beber dia.
Melalui kegiatan tersebut, Poltekkes Kemenkes Surakarta berharap kader dan ibu balita semakin terampil dalam memberikan stimulasi sentuhan yang aman sekaligus mampu melakukan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.
Program tersebut juga menghasilkan sejumlah luaran, di antaranya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader serta ibu balita, video pelaksanaan kegiatan, artikel ilmiah pengabdian kepada masyarakat, serta media edukasi berupa poster Tuina Massage.
"Dengan keterlibatan kader dan keluarga, edukasi mengenai stimulasi dan pemantauan pertumbuhan diharapkan dapat terus dilakukan di lingkungan masyarakat sebagai bagian dari penguatan upaya pencegahan masalah gizi dan stunting sejak usia dini," harap Eka. (ves)
Editor : Syahaamah Fikria