PKS Solo ‎Minta Kader Semakin Dekat dengan Warga

Antonius Christian • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 21:46 WIB

‎PENGIBARAN BENDERA: upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman kantor DPD PKS Surakarta, Senin (17/8). (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

‎PENGIBARAN BENDERA: upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman kantor DPD PKS Surakarta, Senin (17/8). (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM — DPD PKS Kota Solo menggelar upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman kantor DPD PKS Solo, kemarin (17/8). Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti jajaran pengurus dan kader PKS mulai dari tingkat DPD hingga Dewan Pengurus Cabang (DPC) se-Kota Solo.

Momentum peringatan kemerdekaan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial. Ketua DPD PKS Kota Surakarta Abdul Kadir Audah memanfaatkannya untuk menyampaikan pesan kepada seluruh kader agar semakin dekat dengan masyarakat serta menjadikan politik sebagai sarana pelayanan.

Baca Juga: Kado Manis HUT ke-81 Jateng: Santri dan Pengasuh Pesantren Kini Bisa Kuliah Gratis Hingga ke Luar Negeri

Abdul Kadir menyampaikan tiga mandat penting perjuangan yang harus menjadi perhatian seluruh jajaran PKS. Mandat tersebut berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, penguatan kolaborasi kebangsaan, serta menjaga semangat pengorbanan dalam menjalankan tugas politik.

‎Mandat pertama adalah menghadirkan khidmah total melalui pelayanan kepada warga. Abdul Kadir menegaskan, keberadaan struktur PKS di tingkat kecamatan maupun kelurahan harus memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.

‎“Kantor DPC dan DPRD tidak boleh menjadi ruang hampa. Jadikan posko pelayanan yang selalu terbuka bagi warga yang membutuhkan bantuan,” tegas Abdul Kadir.

Baca Juga: Gapura Tua 1978 Disulap Jadi Juara, Warga Sondakan Hidupkan Lagi Semangat Gotong Royong

Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat tidak cukup hanya dilakukan ketika momentum politik berlangsung. Kader harus hadir secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari warga, termasuk ketika masyarakat membutuhkan bantuan maupun solusi atas berbagai persoalan.

Karena itu, kantor-kantor struktur PKS di tingkat bawah diminta tidak hanya menjadi tempat berkegiatan internal. Keberadaannya harus bisa menjadi ruang interaksi antara kader dengan masyarakat.

‎“Jangan sampai masyarakat hanya mengenal kader ketika ada kegiatan politik. Kehadiran kader harus bisa dirasakan setiap saat,” tuturnya

Baca Juga: Cara Cek Bansos Kemensos Usai HUT RI 17 Agustus, Apakah PKH dan BPNT Tahap 3 Masih Akan Cair?

‎Mandat kedua yang disampaikan Abdul Kadir adalah memperkuat kolaborasi kebangsaan. Kader PKS diminta membangun komunikasi dan merangkul seluruh elemen masyarakat di tingkat kecamatan maupun kelurahan.

‎Kolaborasi tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari mandat untuk mengisi kemerdekaan. Setelah para pendahulu bangsa berjuang merebut kemerdekaan, generasi saat ini memiliki tanggung jawab menjaga persatuan dan bersama-sama membangun daerah.

Abdul Kadir menilai pembangunan Kota Solo membutuhkan keterlibatan berbagai elemen. Karena itu, kader PKS diminta tidak membangun sekat dengan kelompok masyarakat lain.

Semangat kolaborasi juga harus diwujudkan dalam berbagai kegiatan sosial maupun kemasyarakatan. Kader didorong membuka ruang kerja sama dengan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, komunitas, hingga kelompok warga di tingkat kampung.

Baca Juga: Jejak Karier Kombes Pol Jerrold Kumontoy, Komandan Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI yang Dipanggil Langsung Prabowo

‎Selain membangun kolaborasi, Abdul Kadir mengingatkan kader untuk menjaga persatuan dengan mengedepankan karakter dan nilai lokal masyarakat Solo.

Menurutnya, Kota Solo memiliki budaya yang menjunjung kesantunan, tata krama, serta kehidupan masyarakat yang beragam.

‎“Tunjukkan bahwa kader PKS hadir untuk mempersatukan, bukan memecah belah, selaras dengan karakter budaya Solo yang santun dan beradab,” lanjutnya.

Baca Juga: Benarkah 18 Agustus 2026 Berlaku WFH ASN dan PJJ Anak Sekolah? Cek Aturan Lengkap dari Pemerintah Agar Tak Salah Informasi

Pesan tersebut dinilai penting agar aktivitas politik tidak menimbulkan jarak dengan masyarakat. Kader diminta mengedepankan komunikasi yang santun serta menghormati perbedaan pandangan di tengah masyarakat.

Mandat ketiga yang ditekankan Abdul Kadir adalah meneladani semangat para perintis kemerdekaan. Salah satu nilai yang perlu terus dihidupkan adalah jiwa rela berkorban atau isar.

‎Menurut Abdul Kadir, perjuangan membangun masyarakat membutuhkan ketulusan dan kesediaan untuk mendahulukan kepentingan bersama. Karena itu, kader tidak boleh menjadikan aktivitas politik semata-mata untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Jiwa rela berkorban harus terus kita hidupkan. Politik harus menjadi jalan untuk memberikan manfaat dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta jajaran DPC menjaga keikhlasan dan stamina perjuangan. Konsistensi kader di lapangan dinilai menjadi salah satu kunci agar keberadaan PKS benar-benar dekat dengan masyarakat.

Selain itu, integritas menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Abdul Kadir meminta seluruh kader menjaga kepercayaan masyarakat dengan menjalankan aktivitas politik secara bertanggung jawab.

Menurutnya, kepercayaan publik dibangun melalui kerja nyata dan konsistensi. Karena itu, kader diminta tidak mudah lelah dalam menjalankan pelayanan serta terus menjaga hubungan baik dengan warga. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
kemerdekaan Republik Indonesia upacara PKS DPP