Bukan Cuma Pendapatan, Ada 41 Indikator Penyebab Desil Tiba-Tiba Naik

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:03 WIB
Ilustrasi cara menurunkan peringkat desil DTSEN.
Ilustrasi cara menurunkan peringkat desil DTSEN.

 

RADARSOLO.COM - Perubahan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak bisa disimpulkan hanya berdasarkan besaran pendapatan keluarga.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo menegaskan, terdapat banyak variabel yang digunakan dalam proses pemeringkatan kondisi sosial ekonomi rumah tangga.

Namun, masyarakat kerap melihat perubahan desil hanya dari sisi penghasilan.

Padahal, pendapatan hanyalah salah satu komponen dalam penilaian.

Baca Juga: Cek Status Desil 2026 Lewat Link cekbansos.kemensos.go.id dan dtsen-form.bps.go.id, Simak Panduannya

“Yang banyak disorot di media sosial hanya berdasarkan pendapatan. Memang jadi salah satu variabel. Lainnya ada perumahan, dinding, atap, fasilitas BAB, ketersediaan air minum, kepemilikan aset baik usaha maupun kendaraan, serta demografi di dalam rumah tangga,” ujar Kepala BPS Solo Ratna Setyowati, Selasa (18/8).

Ratna menjelaskan, rumah tangga dengan pendapatan sama belum tentu memiliki tingkat kesejahteraan yang sama.

Misalnya, keluarga yang hanya terdiri dari pasangan suami istri dibandingkan keluarga dengan anak dan cucu yang menjadi tanggungan.

“Kalau Rp3 juta ada anak cucu dengan yang suami istri juga tidak bisa disamakan,” katanya.

Faktor lain yang diperhitungkan antara lain status bekerja, pendidikan, kepemilikan aset, kondisi rumah, hingga kondisi kesehatan anggota keluarga.

“Pendidikan juga jadi salah satu penilaian, apakah masih sekolah atau tidak, terus ijazah terakhir. Tingkat pendidikan rendah analoginya hanya mengandalkan tenaga, tidak skill yang dimiliki. Itu akan mengandalkan upah yang diterima dari pekerjaan fisiknya,” jelas Ratna.

Menurutnya, penghitungan desil dilakukan berdasarkan kondisi satu keluarga secara utuh.

Data yang terkumpul kemudian diproses menggunakan pemodelan untuk memperkirakan tingkat sosial ekonomi rumah tangga.

Ratna juga meluruskan anggapan bahwa perubahan desil yang terjadi saat ini disebabkan Survei Ekonomi (SE) 2026.

Baca Juga: Cek Desil DTSEN BPS 2026 Terbaru di dtsen-form.bps.go.id dan Cara Memperbarui Data

Menurut dia, SE masih berlangsung hingga 31 Agustus sehingga belum menjadi dasar perubahan desil saat ini.

“Kalau SE itu masih sampai 31 Agustus. Teman-teman di lapangan juga menyampaikan kepada kita bahwa ada penolakan akibat ini. Padahal kita belum selesai SE. Ini ada pemetaan tiap tiga bulan oleh kementerian, jadi bukan karena SE,” tegasnya.

Ratna menambahkan, warga juga dapat mengusulkan perubahan informasi melalui kelurahan maupun kanal pembaruan data yang disediakan kementerian.

Setelah data masuk, tidak dapat langsung berubah melainkan perlu proses pemadanan dan pemeringkatan dengan data rumah tangga lainnya.

“Tidak bisa langsung berubah. Nanti dikelompokkan jadi 10 bagian yang sama banyak, itu perlu proses,” ujarnya. (alf/bun)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
indikator desil Desil DTSEN BPS Solo