Alarm Kesehatan Mental Solo: Angka Screening Naik, Ratusan Kader Dilatih Jadi Penolong Pertama

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:37 WIB
Warga memeriksakan kesehatan di Posyandu Plus Gilingan. (M Ihsan/Radar Solo)
Warga memeriksakan kesehatan di Posyandu Plus Gilingan. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Persoalan kesehatan mental di Kota Solo menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Hasil screening kesehatan warga di sejumlah Puskesmas mencatat persentase persoalan kesehatan mental terus meningkat dalam tiga triwulan terakhir.

Angkanya tercatat 9 persen pada Triwulan IV 2025, naik menjadi 10 persen pada Triwulan I 2026, kemudian melonjak menjadi 13,95 persen pada Triwulan II 2026. Tren tersebut mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta memperkuat deteksi dini hingga tingkat masyarakat melalui kader Posyandu Plus.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Solo Venessa Winastesia mengatakan kenaikan tersebut menjadi sinyal bahwa persoalan kesehatan mental perlu ditangani lebih serius. Sebab, masalah kesehatan mental dapat menyentuh berbagai kelompok usia dan tidak mengenal latar belakang.

“Melihat tren kenaikan ini, penanganan kesehatan mental tidak bisa ditunda. Masalah ini sangat kompleks dan dapat dialami oleh seluruh lapisan usia,” ujar Venessa, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: Hari Jadi Ke-81, Pemprov Jateng Andalkan Pemuda Untuk Entaskan Kemiskinan

Penguatan kapasitas kader dilakukan melalui pelatihan Mental Health First Aid yang digelar Kamis (13/8) lalu di Gedung Dinas Kesehatan Kota Solo. Ratusan kader Posyandu Plus dari berbagai wilayah di Kota Bengawan mengikuti pelatihan tersebut.

Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar untuk mengenali tanda-tanda awal persoalan kesehatan mental di lingkungan sekitar. Bekal itu diharapkan membuat kader mampu menjadi pintu pertama bagi warga yang membutuhkan dukungan sebelum mendapat penanganan dari tenaga profesional.

“Kader Posyandu Plus diharapkan dapat menjadi pihak pertama yang memberikan dukungan secara tepat sebelum warga mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga profesional,” terang istri Wali Kota Solo tersebut.

Baca Juga: Pedagang Pasar Jongke Ditertibkan: Tak Dipakai Jualan, SHP Terancam Ditarik

Menurut Venessa, kedekatan kader dengan masyarakat menjadi modal penting dalam upaya deteksi dini. Kader berinteraksi langsung dengan warga sehingga relatif lebih mudah mengetahui perubahan perilaku maupun kondisi seseorang yang membutuhkan perhatian.

Persoalan kesehatan mental, lanjut dia, juga tidak hanya mengancam kelompok usia tertentu. Anak-anak, remaja, masyarakat usia produktif hingga lansia sama-sama berpotensi menghadapi persoalan tersebut.

“Persoalan kesehatan mental dapat muncul pada berbagai kelompok usia, mulai anak-anak, remaja, masyarakat usia produktif hingga lansia. Karena itu, kemampuan kader dalam melakukan deteksi dini dinilai penting agar persoalan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin,” bebernya.

Namun, Venessa menegaskan kader bukan tenaga profesional yang bertugas mendiagnosis ataupun menggantikan peran psikolog dan tenaga kesehatan. Peran mereka lebih pada mengenali indikasi awal, memberikan dukungan dasar, serta mengarahkan warga ke layanan kesehatan yang tepat.

“Harapannya kader mampu melakukan deteksi dini dan memberikan pendampingan awal secara tepat, tanpa membuat warga merasa diintimidasi,” harapnya.

Pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkot Surakarta, Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dan Rotary Club Solo Kartini. Kerja sama itu diarahkan untuk memperluas kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada persoalan kesehatan mental.

Presiden Rotary Club Solo Kartini Lia Taufiq mengatakan pelatihan profesional semacam itu sebenarnya membutuhkan biaya cukup besar. Namun, melalui kolaborasi yang dilakukan, para kader Posyandu Plus bisa memperoleh pembekalan secara cuma-cuma.

“Pelatihan profesional seperti ini umumnya membutuhkan biaya sekitar Rp1.860.000 per peserta. Namun, melalui kolaborasi yang dilakukan, pembekalan bagi kader Posyandu Plus dapat diberikan secara gratis,” kata Lia belum lama ini. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
remaja kesehatan mental kader puskesmas Posyandu plus