Kenapa Keraton Solo Punya Alun-Alun Lor dan Kidul? Ternyata Fungsinya Berbeda

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:15 WIB
Alun-Alun Utara Keraton Surakarta. (M Ihsan/Radar Solo)
Alun-Alun Utara Keraton Surakarta. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Kalau mendengar kata alun-alun di Solo, sebagian orang mungkin langsung teringat Alun-Alun Lor dan Alun-Alun Kidul Keraton Kasunanan Surakarta. Meski sama-sama berupa ruang terbuka, keduanya memiliki sejarah dan fungsi yang berbeda.

Alun-Alun Lor berada di utara atau depan keraton, sedangkan Alun-Alun Kidul berada di selatan atau belakang keraton. Keduanya menjadi bagian dari tata ruang keraton yang menghubungkan unsur pemerintahan, keagamaan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat.

Alun-Alun Lor, Ruang Publik Keraton

Alun-Alun Lor berada di bagian depan Keraton Surakarta dan sejak dahulu menjadi ruang penting untuk aktivitas kerajaan serta interaksi dengan masyarakat.

Baca Juga: Sanggar Seni Kemasan Gelar Pementasan “Ngloroh”: Hidupkan Kembali Jejak Perjuangan Raden Mas Said

Di kawasan ini terdapat dua pohon beringin kurung, yakni Kyai Dewadaru dan Kyai Janadaru. Di sisi baratnya berdiri Masjid Agung Surakarta yang membuat kawasan alun-alun juga berkaitan erat dengan kegiatan keagamaan.

Alun-Alun Lor juga menjadi lokasi berbagai tradisi keraton. Sekaten dan Grebeg, misalnya, menjadi bagian dari kegiatan budaya yang berlangsung di kawasan tersebut.

Alun-Alun Kidul, Ruang yang Dahulu Lebih Tertutup

Berbeda dengan Alun-Alun Lor, Alun-Alun Kidul berada di belakang keraton. Pada masa lalu, kawasan ini memiliki sifat lebih tertutup dan berkaitan dengan aktivitas internal keraton, termasuk ritual serta ruang kontemplasi raja.

Baca Juga: Jejak Proklamasi Kemerdekaan di Kota Solo: Diwarnai Perebutan Senjata dan Pengambilalihan Kekuasaan

Alun-Alun Kidul juga memiliki kaitan dengan aktivitas prajurit keraton. Kawasan ini kemudian dikenal masyarakat karena keberadaan Kebo Bule Kyai Slamet yang menjadi bagian dari tradisi kirab 1 Suro.

Meski memiliki fungsi historis yang lebih internal, Alun-Alun Kidul kini telah berkembang menjadi ruang publik yang digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat.

Kini Sama-Sama Jadi Ruang Publik

Perubahan zaman membuat batas fungsi kedua alun-alun tidak lagi seketat masa lalu. Keduanya kini dapat digunakan untuk kegiatan budaya, hiburan, ekonomi, maupun acara masyarakat.

Perbedaannya terletak pada sejarah dan fungsi awalnya. Alun-Alun Lor lebih berkaitan dengan ruang depan keraton, aktivitas publik, upacara, dan hubungan antara keraton dengan masyarakat. Sementara Alun-Alun Kidul dahulu lebih berkaitan dengan aktivitas internal dan spiritual keraton.

Keberadaan keduanya menunjukkan bahwa alun-alun bukan sekadar lapangan luas. Di balik ruang terbuka tersebut terdapat sejarah tata kota dan kehidupan Keraton Surakarta yang masih dapat dilihat hingga sekarang. (annas rohmanda purbaningrum)

 

Editor : Kabun Triyatno
annas rohmanda purbaningrum lor Luan Guilherme solo Alun-Alun