Catat! Pawai Pembangunan 2026, Arus Lalu Lintas Solo Dialihkan Mulai Pukul 14.00

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:45 WIB
Pawai Pembangunan 2026 akan melewati Jalan Slamet Riyadi. (M Ihsan/Radar Solo)
Pawai Pembangunan 2026 akan melewati Jalan Slamet Riyadi. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pengguna jalan di Kota Solo perlu mewaspadai sejumlah ruas jalan protokol yang terdampak pengalihan arus saat Pawai Pembangunan Pemerintah Kota Solo 2026, Jumat (21/8). Rekayasa lalu lintas disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan akibat ribuan peserta yang mengikuti pawai.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo Andri Wahyudi mengatakan, manajemen dan rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara bertahap. Persiapan di titik kumpul peserta dimulai setelah Salat Jumat atau sekitar pukul 13.00 WIB.

Sementara penutupan total dilakukan menjelang rombongan pawai bergerak.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pengeroyokan, Dua Pemuda di Solo Diciduk Polisi

"Titik kumpul peserta ada di Simpang Empat Gendengan. Di sisi barat untuk persiapan armada yang ikut kirab, sisi selatannya untuk persiapan peserta yang jalan kaki," kata Andri.

Pada sekitar pukul 13.00 WIB, lalu lintas di Simpang Empat Gendengan masih dibuka normal. Kendaraan dari Jalan Slamet Riyadi, Jalan Dr. Wahidin, maupun Jalan Dr. Moewardi menuju Overpass/Flyover Manahan masih dapat melintas.

Penutupan penuh baru dilakukan sekitar 30 menit sebelum rombongan pawai diberangkatkan.

Baca Juga: Kejari Solo Mulai Periksa Pelapor Kasus Baliho Jokowi, Penyelidikan Ditarget Rampung Pekan Depan

"Kami sterilkan kawasannya 30 menit sebelum keberangkatan. Perkiraannya pukul 14.00 atau 14.30 WIB. Kemudian berjalan ke arah Gladak, Jalan Jenderal Sudirman, dan finis di Balai Kota Solo," jelasnya.

Selama pawai berlangsung, Dishub menerapkan sistem buka-tutup pada sejumlah ruas jalan yang bersinggungan dengan rute pawai. Pengaturan disesuaikan dengan pergerakan kepala dan ekor rombongan.

Baca Juga: Purbaya Bocorkan Waktu Pembatasan Pertalite Desil 10, Bagaimana Nasib Warga Gaji UMR?

Khusus koridor Jalan Jenderal Sudirman, pengaturan arus akan melihat kondisi di lapangan. Jika kepadatan penonton terjadi hingga kawasan Alun-Alun Utara, pengalihan arus dapat dilakukan mulai dari Bundaran Pasar Gede.

Andri mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan di sekitar rute pawai untuk memilih jalur alternatif.

"Bagi masyarakat yang hendak menonton, kami sudah menyiapkan sejumlah kantong parkir yang bisa digunakan. Bagi pengguna jalan yang hanya melintas, kami harap bisa mencari rute alternatif agar tidak terjebak kemacetan di sekitar lokasi kegiatan," imbaunya.

Pawai Pembangunan Kota Solo 2026 mengusung tema "Sayangi Semesta, Hidup Bahagia". Tema tersebut mengangkat isu lingkungan hidup sebagai pesan utama dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pemkot Surakarta berharap pawai tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Peserta pawai diperkirakan menampilkan beragam kostum, kendaraan hias, serta atraksi yang mengangkat pesan-pesan lingkungan.

Dengan adanya rekayasa lalu lintas tersebut, masyarakat diimbau memperhatikan rute perjalanan sebelum beraktivitas di pusat Kota Solo pada Jumat siang hingga sore. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
protokol lalu lintas pengalihan arus jalan slamet riyadi