Bukan Sekadar Gaya, Kostum “Londo Putih” Wali Kota Solo Ternyata Busana Demang Era Hindia Belanda

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:19 WIB
Kostum unik Wali Kota Solo Respati Ardi ala kolonial. (Arief Budiman/Radar Solo)
Kostum unik Wali Kota Solo Respati Ardi ala kolonial. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kostum unik Wali Kota Solo Respati Ardi saat mengikuti Pawai Pembangunan 2026 ternyata bukan sekadar pilihan busana. Beskap yang dipadukan dengan topi safari dan kemudian diganti blangkon itu merupakan representasi pakaian seorang demang pada era Hindia Belanda.

Sebelumnya, busana Respati sempat diperkenalkan pembawa acara sebagai “Londo Putih”. Penampilan tersebut semakin mencuri perhatian karena Respati mengendarai pit ontel lawas sepanjang mengikuti pawai.

Ditemui seusai Pawai Pembangunan 2026, Respati menjelaskan busana yang dikenakannya mengusung konsep akulturasi budaya sekaligus menggambarkan suasana Solo Tempo Dulu. Menurut dia, konsep tersebut sengaja dipilih untuk mengangkat kembali sejarah dan budaya masa lalu sebagai bagian dari potensi wisata Kota Solo.

Baca Juga: Respati Naik Ontel dengan “Londo Putih”, Astrid Kenakan Busana Dayak Sambil Gendong Orangutan

“Kostum itu akulturasi, kalau tidak salah tadi disampaikan (namanya, Red) Ki Demang. Jadi kita menikmati Solo Tempo Dulu. Kita akan mengangkat pariwisata tempo dulu agar yang berwisata ke Solo selalu ingat,” kata Respati.

Pilihan busana tersebut juga dinilai selaras dengan konsep kendaraan yang digunakan. Pit ontel lawas menjadi pelengkap untuk menghadirkan nuansa kehidupan masyarakat Solo pada masa lampau di tengah kemeriahan pawai.

Bagi Respati, penguatan identitas budaya masa lalu bukan sekadar menghadirkan nostalgia. Konsep tersebut dapat menjadi bagian dari daya tarik wisata yang membedakan Solo dengan daerah lain.

Baca Juga: Jejak Kolonialisme Masih Terdengar dalam Bahasa Kita

Di sisi lain, Respati mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap Pawai Pembangunan 2026 yang digelar Jumat (21/8) sore. Puluhan kontingen dengan ratusan hingga ribuan peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut.

Pawai tidak hanya menyuguhkan kendaraan hias dan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai potensi budaya dan pariwisata Kota Solo.

Selain mengangkat budaya, Pemkot Surakarta tahun ini juga membawa pesan lingkungan melalui tema “Sayangi Semesta, Hidup Bahagia.”

Respati mengajak masyarakat tidak sekadar menikmati kemeriahan pawai, tetapi juga menerapkan kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pengelolaan sampah.

“Kami ingin mengajak masyarakat dalam pengelolaan sampah. Mari kita mengolah dari rumah, memilah, dan lebih memperhatikan sampah di sekitar kita,” tandasnya. (ves)

 

Editor : Kabun Triyatno
londo putih hindia belanda Pawai Pembangunan Wali Kota Solo Respati Ardi budaya